Efektif atau Tidak Jika Mengganti Piston Datar dengan Piston Jenong (Hi Doom) Untuk Meningkatkan Rasio Kompresi Mesin

#BAGIKAN

Artikel ini akan membahas efektif atau tidak jika mengganti piston datar dengan piston jenong (Hi Doom) untuk meningkatkan rasio kompresi mesin.

Piston adalah ibarat jantungnya mesin motor, karena tanpa piston mesin dengan spesifikasi paling hebat sekali pun tidak akan ada artinya. Piston berperan dalam proses pembakaran mesin melalui langkah piston yang menghasilkan kompresi pada ruang bakar dengan cara memampatkan campuran udara dan bahan bakar. Campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi kemudian bertemu dengan percikan api yang dihasilkan oleh busi sehingga terjadi lah letupan yang memicu pembakaran.

Pada sepeda motor 2 tak, gerakan piston hanya terdiri dari 2 tahap, yakni langkah naik (upstroke) dan langkah turun (downstroke), sedangkan pada sepeda motor tipe 4 tak, membutuhkan empat tahap untuk sekali proses pembakaran, yakni 1. langkah hisap, 2. langkah usaha, 3. langkah kompresi, dan 4. langkah buang.

Piston standar dengan permukaan datar.
Piston standar dengan permukaan datar.

Rasio kompresi di dalam mesin menentukan seberapa besar power yang dihasilkan oleh mesin motor. Sepeda motor yang memiliki rasio kompresi tinggi akan menghasilkan power yang besar karena letupan yang dihasilkan pun menjadi lebih besar. Perbedaan pada tingkat rasio kompresi pada setiap sepeda motor juga berpengaruh pada jenis bahan bakar yang digunakan. Semakin besar rasio kompresi sepeda motor, maka semakin tinggi pula angka oktan pada bahan bakar yang digunakan.

Apabila oktan bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin, maka mesin akan mengalami resiko kerusakan karena rasio kompresi tinggi didesain untuk membakar bahan bakar beroktan tinggi. Jika bahan bakar yang digunakan memiliki oktan yang lebih rendah dari yang seharusnya, maka akan terjadi detonasi, yakni bahan bakar terbakar lebih dulu sebelum busi memercikkan api. Ini terjadi karena sifat bahan bakar dengan oktan rendah mudah terbakar dibandingkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi. Detonasi ini akan melukai piston dan pada akhirnya merusak piston dan juga beresiko membuat dinding liner silinder baret-baret.

Lalu apa itu piston jenong (hi doom)? Piston jenong adalah piston yang memiliki permukaan atas berbentuk jenong (doom) yang berbeda dari piston biasa dengan permukaan datar (flat). Piston dengan permukaan jenong (doom) diyakini mampu mendongkrak performa motor karena dapat meningkatkan kompresi. Produk-produk piston jenong aftermarket yang banyak beredar di pasar pun bervariasi, mulai dari yang berbentuk seperti kubah (doom), ada juga yang memiliki jenong asimetris menyesuaikan dengan bentuk kubah ruang bakar.

Beberapa modifikator juga membuka jasa pembuatan piston jenong dengan cara memodifikasi piston standar yang memiliki permukaan rata dengan menambahkan logam tambahan di atas permukaan piston agar memiliki profil jenong.

Piston high doom atau yang biasa disebut piston jenong dengan permukaan yang memiliki kubah (doom).
Piston high doom atau yang biasa disebut piston jenong dengan permukaan yang memiliki kubah (doom).

Memang, secara umum peningkatan rasio kompresi mesin dapat tercipta dengan mengadopsi piston jenong karena proses pemampatan saat menciptakan kompresi akan lebih maksimal. Namun, yang harus diperhatikan adalah ketinggian jenong (doom) jangan terlalu ekstrim karena dapat bertabrakan dengan busi atau bahkan klep. Jika hal itu terjadi, bukan performa motor yang meningkat namun justru kerusakan fatal yang siap menanti.

Untuk mendongkrak performa motor, penggantian piston jenong bukan lah satu-satunya alternatif. Mengganti pen piston dengan jenis yang terbuat dari material lebih ringan tetapi kuat juga dapat memperingan kinerja piston untuk menciptakan kompresi mesin sehingga tarikan pun menjadi lebih ringan. Selain itu, piston tipe forged yang lebih tipis dari piston standar namun memiliki kekuatan yang setara juga bisa diaplikasikan. Jika rasio kompresi yang diinginkan telah dapat tercapai dengan piston standar tanpa menggunakan piston jenong yang lebih beresiko, kenapa harus mengganti piston rata dengan piston jenong?

 

 

#BAGIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *