Tenaga mesin motor terasa semakin loyo karena kompresi yang menurun, perbaiki kompresi mesin dengan teknik korter.

#BAGIKAN

Tenaga motor dihasilkan melalui mekanisme pembakaran bahan bakar dan udara yang mengalami kompresi di dalam ruang bakar. Kompresi sendiri dihasilkan oleh gerakan naik turun piston di dalam lubang silinder, dimana ketika kepala piston naik sepenuhnya terjadi pemampatan pada ruang bakar. Pemampatan itu lah yang menghasilkan kompresi sehingga letupan terjadi dan terbentuklah output power mesin motor.

Namun, bagaimana jadinya jika mesin kehilangan kompresi? Solusinya adalah dengan melakukan modifikasi korter. Tenaga mesin motor terasa semakin loyo karena kompresi yang menurun, perbaiki kompresi mesin dengan teknik korter karena dengan cara ini celah antara piston dan liner pada lubang silinder yang telah melebar karena telah aus dapat diperbaiki dan kompresi mesin pun kembali seperti semula.

Penurunan kompresi mesin akibat ausnya liner lubang silinder bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena memang usia pakai mesin sudah memasuki masa batas pakainya atau lubang silinder terlalu kering akibat kurangnya kesadaran pemilik motor untuk mengganti oli mesin.

Perlu diingat bahwa seiring dengan putaran mesin yang tinggi, piston pun semakin sering bergerak naik turun pada lubang silinder akibatnya gesekan antara kepala piston dan dinding liner silinder pun semakin intens. Gesekan tersebut dapat menimbulkan luka pada dinding silinder walaupun dalam ukuran sepersekian millimeter saja namun lambat laun akan semakin membesar.

Ketika putaran mesin yang tinggi tidak diimbangi dengan pelumasan oli yang baik, maka luka pada dinding silinder akan semakin parah karena logam (kepala piston dan ring piston) beradu langsung dengan logam (dinding liner/boring silinder). Gesekan antar logam ini pun pada akhirnya menimbulkan diameter lubang silinder yang semakin menganga sehingga tidak sesuai lagi dengan diameter piston. Silinder piston pun menjadi longgar karena celah yang cukup besar antara piston dan dinding silinder. Mesin pun menjadi berisik karena gerakan piston menjadi tidak stabil.

Celah antara piston dan lubang silinder yang cukup lebar itu tidak hanya membuat mesin menjadi berisik karena piston tidak stabil, terbanting ke sana kemari, namun juga membuat motor kehilangan kompresi mesin. Pemampatan yang diperlukan untuk menciptakan kompresi menurun drastis karena celah tersebut menimbulkan kebocoran sehingga bahan bakar berpotensi turun ke bawah dan oli mesin pun dapat naik ke ruang pembakaran. Indikasi kebocoran pada silinder piston ini dapat terlihat dari knalpot yang ngebul pada motor 4 tak.

Menurut standar pabrikan produsen sepeda motor, seharusnya blok silinder yang telah aus seperti di atas harus diganti dengan blok yang baru karena di negara produsen sepeda motor seperti Jepang misalnya, tidak dikenal reparasi silinder piston. Namun, harga satu buah blok silinder lengkap dengan pistonnya tentu tidak murah. Di Indonesia, hal tersebut masih dapat diatasi dengan modifikasi silinder piston menggunakan teknik korter.

Teknik korter sebetulnya merupakan rekayasa teknik yang serupa dengan teknik bubut hanya saja objek yang dibubut adalah bagian dalam dari silinder piston. Untuk melakukan bubut korter, harus menggunakan mesin bubut khusus yang disebut dengan mesin korter. Mesin ini bekerja dengan menggunakan pisau berbentuk mata bor yang berputar pada porosnya untuk mengikis dinding dalam silinder.

Untuk menentukan diameter lubang silinder baru yang ingin dicapai dengan teknik korter tersebut, terlebih dahulu harus dilakukan pengukuran diameter piston baru menggunakan micrometer dan diameter lubang silinder menggunakan boring gauge. Ketepatan pengukuran sangat menentukan kesempurnaan hasil karena jika ukuran meleset sedikit saja maka piston bisa terlalu serat atau terlalu longgar.

Kalkulasi dalam menentukan diameter silinder yang dikikis dengang teknik korter itu juga harus mempertimbangkan proses honing (poles) sebagai finishing touch proses korter silinder piston. Mesin honing mampu memoles dinding silinder yang telah dikorter agar menjadi halus dan tidak melukai piston. Tapi harus diingat bahwa pemolesan ini pun juga memperbesar diameter lubang silinder sepersekian millimeter.

Karena tuntutan ketelitian dan kecermatan dalam proses modifikasi korter silinder piston itu lah mengapa tidak semua bengkel biasa mampu melakukannya. Mekanik biasa yang belum memahami prinsip-prinsip teknik korter tentu tidak akan sanggup mengerjakan perbaikan yang juga memerlukan analisa mendalam terhadap karakteristik mesin sepeda motor itu.

Melalui situs www.kursuskorter.com, kami menawarkan kesempatan berharga bagi siapa saja yang ingin mempelajari teknik korter lebih dalam dengan metode pembelajaran yang menitikberatkan pada praktek daripada teori di kelas. Tiga blok mesin motor disediakan bagi setiap siswa untuk dikerjakan sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan oleh instruktur berpengalaman. Tidak lupa, pengenalan berbagai macam alat ukur, pengoperasian mesin korter, mesin poles dan miling juga diajarkan. Tersedia pula beberapa paket kursus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan para peserta. Ayo, tunggu apa lagi?

#BAGIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *