Profil lengkap Monita Permata Wijaya pembalap unggul di kelas drag race – Kehadiran berbagai srikandi di dunia balap memang memberikan warna tersendiri. Para wanita yang di bilang tangguh ini selain cantik juga mempunyai kemampuan mengemudi yang tak kalah dengan para pria di dunia balap.

Berawal dari menyukai dan menjadi hobi tersendiri bagi gadis cantik kelahiran Yogyakarta ini adalah Monita Permata Wijaya, yang mempunyai rambut panjang pirang tak membuat gadis cantik ini merasa risih. Alumni siswi SMK 4 Yogyakarta ini sedang merintis nama besarnya di ajang dunia balap drag race nasional. Gadis cantik kelahiran Yogyakarta ini selainmasih muda yaitu berusia 16 tahun dan mempunyai tubuh kecil serta tinggi 160 cm, di kenal sebagai pembalap unggul di kelas drag race atau biasa di sebut dengan istilah sprints.

Berbagai prestasi ia raih di pertandingan drag race dapat dia raih dengan catatan singkat dan ia menjadi pemenangnya, tidak hanya itu saja kejuaraan di tingkat daerah Monita berulang kali meraih gelar juara khusus di tahun 2014, monita sudah memenangi lima perlombaan balap. Slah satunya adalah pada pertandingan Venture Sport Club (VCS) Drag Bike 2013.
Keahlian dalam mengendarai motor didapatkan sejak usia belia, yaitu saat monita kelas 3 sekolah dasar (SD), mampu mengendarai sepeda motor diajari oleh ayahnya yang juga mantan pembalap. Dari bakat yang di turunkan dari sang ayah tersayang membuat monita mempunyai kemampuan bermain mesin dan monita terus berlatih hingga ia berhasil mengikuti perlombaan balap motor saat ia duduk di kelas 3 SMP. Bahkan ia pun sempat mencoba kelas antara motocross dan grasstrack yang di perlombakan di lintasan tanpa aspal, tetapi di tanah-tanah berlumpur dan berbatuan. Dan pada akhirnya, gadis cantik berambut pirang ini memutuskan untuk memilih bersaing di kelas drag bike sampai sekarang.

Setelah mengalami kejayaan di dalam negeri, gadis cantik kelahiran Yogyakarta, 1 April 1998 ini akan mulai bertolak ke negara Gajah Putih untuk melakukan studi banding dengan pembalap di sana, serta untuk meningkatkan skill membalapnya.
Monita, sapaannya tidak selalu bertanding di kelas khusus wanita, ia juga beberapa kali mencoba untuk melawan para pembalap pria. Ini yang menjadi penyebabnya, selain karena jumalah pembalap wanita yang sedikit, kapasitas monita dalam dua balap nasional mulai menjajaki titik teratas.
“ Pemenang yang sebelumnya adalah lebih senior, Monita mampu mengalahkan (pada pertandingan lalu) “ ini ucap sang ayah, yang selama ini menjadi pelatih sekaligus penyemangat bagi sang putri bernama Monita Permata Wijaya.

Tak sadar itu lah yang di rasakan Monita saat menjuarai di beberapa pertandingan, dan pada akhirnya sang ayah mempunyai ambisi untuk membentuk sebuah klub sepeda motor bagi penghobi maupun pembalap wanita di seluruh Indonesia. Bahkan sekarang sudah ada 93 dara yang tergabung di klub ini. Yang mana mereka berasal di beberapa propinsi yaitu Papua, Aceh, Manado, Makassar dan Nusa Tenggara Barat.
“ Mereka merupakan para pembalap liar yang kami cba didik untuk menjadi pembalap profesional. Suapya balapan liar ini semakin terkikis,” ucap Permadi selaku pemimpin pada klub sepeda motor.
Dengan adanya klub pribadi bentukannya pak Permadi, ia beraharap bisa memunahkan keberadaan balap liar.
Sampai sekarang sebanyak 93 pembalap wanita amatir sudah tergabung dalam klub tersebut dan akan mendapatkan pelatihan balap secara gratis. Tak hanya itu saja mereka juga di bekali pendidikan olahraga maupun bela diri. Dengan adanya klub sepeda motor ini di harapkan akan muncul Monita-monita lain yang tentunya tak kalah andal dalam hal memacu motor.





Sabrina Sameh mulai menekuni kembali dengan hobinya di dunia balap pada tahun 2013 merupakan tahun lalu berkah bagi joki cewek Sabrina Sameh. Walaupun karir balapnya di dunia drag bike baru dimulai pada tahun 2012 lalu, kini di musim 2013 Sabrina Sameh sudah dijadikan sebagai pembalap utama pada tim Anker Sport Drag Bike Team.
Dan ia juga bergabung dengan team Shit The Grid. Pembalap wanita yang memiliki keberanian atau nyali dan mental tinggi ini menggeluti dunia balap motor ketika usianya 13 tahun sampai usia 15 tahun. Ini dia prestasi yang di raih pembalap dragster :
Ternyata banyak sekali prestasi yang diraih gadis cantik asli Bandung ini. Selain mempunyai segudang prestasi di dunia balap motor, ternyata cadis cantik ini mencoba keberuntungan dengan mengikuti beradu akting di dunia pesinetronan. Dan tak bisa di pungkiri bahwa bakatnya dalam beradu akting sangat menarik semua mata yang menyaksikan.



Prosses Pengiriman Mesin Korter Type T807A dan Mesin Poles Modifikasi Merk West Lake. Tujuan pengiriman kali ini adalah Lombok Nusa Tenggara Barat dan Banjarmasin Kalimantan Selatan. Kedua mesin ini milik peserta kursus korter Mas Teguh dan Mas Repaldi. Keduanya mengambil paket mesin hemat usaha yang terdiri dari mesin korter Type T807A dan mesin poles modifikasi dari mesin bor duduk merk Westlake beserta honing dan alat pendukungnya
Proses Pemasangan Boring Silinder Ke Dalam Blok Mesin. Pada kesempatan kali ini mas repaldi peserta kursus korter yang berasal dari Banjarmasin sedang melakukan pemasangan boring silinder ke dalam blok mesin. Dengan di bantu oleh instruktur kursus korter mas repaldi tampak sangat memperhatikan materi ini. Materi pemasangan boring ke dalam blok silinder ini hanya di dapat jika peserta kursus korter mengambil paket komplit yang terdiri dari korter, bubut, miling, poles.
Dari Lombok Ke Jogja Mengendarai Honda C70 Demi Mengikuti Kursus Korter Di Bengkel NBS Jogja. Tekat yang sangat kuat membawa Mas Teguh peserta kursus korter yang berasal dari Lombok ini ke kota pelajar Yogyakarta. Mas teguh berkendara dari Lombok menuju kota Yogyakarta selama kurang lebih 1 hari 2 malam. Menurut cerita dari mas teguh, mas teguh tidak istirahat ataupun tidur selama perjalanan. Hanya sesekali beristirahat di pom bensin sekedar leyeh-leyeh atau pun makan setelah itu langsung di lanjut perjalanan menuju kota Yogyakarta