Konsumsi Bahan Bakar Bensin Terasa Lebih Boros Dari Biasanya? Bagian-bagian Motor Ini Yang Perlu Kamu Cek Kondisinya

Apakah kamu merasa bahwa konsumsi bahan bakar bensin terasa lebih boros dari biasanya? Bagian-bagian motor ini yang perlu kamu cek kondisinya:

  1. Rantai motor

Bagian ini berperan besar dalam konsumsi bahan bakar karena rantai motor menjadi medium penggerak antara mesin dan roda belakang. Apabila rantai kendur, maka proses penggerakan roda belakang yang membuat motor melaju pun terhambat. Putaran roda belakang pun menjadi terlambat dibandingkan dengan putaran mesin karena terdapat jeda waktu yang dibutuhkan oleh rantai yang kendur tersebut untuk mengencang dan bergerak.

Rantai kendur menyebabkan tarikan motor menjadi berat sehingga beban mesin pun ikut bertambah berat karena memerlukan dua kali tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda belakang. Tenaga yang lebih besar itu akan menguras konsumsi bahan bakar lebih cepat.

  1. Settingan gear

Settingan gear yang tidak tepat juga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar yang boros. Ketika settingan standar pabrik diubah dengan tujuan untuk membuat tarikan menjadi enteng, namun dengan perhitungan yang salah hal itu justru membuat motor menjadi seolah-olah kehilangan tenaga karena tenaga motor terbuang percuma untuk memutar gear dengan settingan yang salah. Jadi, jika kalian pernah mengubah settingan gear dan merasa konsumsi bahan bakar menjadi boros, ada baiknya dicek kembali settingan gearnya, sudah tepat atau belum.

  1. Laher roda

Laher roda yang telah aus menyebabkan putaran roda menjadi terhambat dan berat. Karat juga membuat putaran laher tidak maksimal sehingga mengurangi laju putaran roda. Rutin melumasi bagian laher ini akan mengurangi resiko karat dan cepat aus. Jika laher telah koyak, tidak rata, atau seret, sebaiknya segera diganti karena kemungkinan konsumsi bahan bakar yang boros disebabkan oleh kondisi tersebut. Tanpa sadar, pengendara motor akan membuka gas lebih besar dari biasanya untuk menggerakkan roda yang tersendat tersebut, dan itu akan membuat mesin ‘haus’ bensin.

Konsumsi bensin boros? Mungkin ada yang salah dengan mesin motor anda.
Konsumsi bensin boros? Mungkin ada yang salah dengan mesin motor anda.
  1. Kanvas kopling

Apabila konsumsi bahan bakar motor dirasa masih boros, ada baiknya juga untuk memeriksa kondisi kanvas kopling, apakah masih tebal atau sudah tipis. Kanvas kopling yang telah tipis bisa mengurangi efisiensi kerja mesin karena pemindahan daya menjadi kurang maksimal. Hal itu menyebabkan terbuangnya tenaga dari mesin yang seharusnya disalurkan penuh ke komponen reduksi.

  1. Filter udara

Sebenarnya cukup mudah untuk mengecek komponen ini bersih atau kotor. Tinggal copot, lalu periksa bagian dalamnya. Namun sebagian besar orang malas melakukannya, padahal jika filter udara kotor, akibatnya pembakaran mesin jadi tidak sempurna, bensin yang dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga pun menjadi boros. Untuk itu, rajinlah mengecek filter udara dan membersihkannya.

  1. Siel piston kaliper rem

Untuk mengeceknya, perhatikan posisi kanvas rem, apakah masih sempurna pada tempatnya, atau justru menempel pada piringan cakram meskipun tuas rem tidak ditarik. Jika yang kedua, maka kemungkinan siel piston kaliper rem mengalami aus, getas atau pecah. Siel piston kaliper rem ini berperan besar dalam mekanisme pengereman sistem hidrolik karena memungkinkan kanvas rem untuk kembali ke posisi semula usai pengendara melakukan pengereman. Jika rusak, maka kanvas tidak akan dapat kembali ke posisinya lagi sehingga menghambat laju sepeda motor.

Posisi kanvas rem yang terus menempel pada piringan cakram ini kadang tidak disadari oleh pengendara sehingga ia justru membuka gas lebih besar karena tarikan motor terasa berat. Akibatnya, konsumsi bahan bakar pun lebih boros dan terbuang percuma.

itulah beberapa bagian-bagian motor yang perlu kamu cek kondisinya jika konsumsi bahan bakar bensin terasa lebih boros dari biasanya. Walaupun tentu saja ada faktor lain yang kemungkinan bisa menjadi penyebabnya seperti gaya berkendara atau kondisi medan yang dilalui.

 

#BAGIKAN

Berikut Ini Tips-tips Sederhana Supaya Kanvas Rem Kamu Tidak Cepat Aus dan Lebih Awet

Top speed yang bisa dicapai oleh sepeda motor sering menjadi hal yang paling utama. Padahal, ketika batas kecepatan sepeda motor semakin naik, diperlukan mekanisme pengereman yang lebih bagus juga. Jadi, tidak hanya kecepatan tinggi saja yang perlu diperhatikan, namun juga sistem pengereman yang pakem.

Secara umum, dikenal dua macam sistem pengereman pada sepeda motor, yaitu sistem tromol (drum brake) dan sistem cakram (disc brake). Rem tromol menggunakan sistem penggerak mekanik dari pedal rem yang menggerakkan batang, tuas dan nok yang membuat kanvas rem bergesekan dengan tromol. Rem cakram biasanya menggunakan sistem hidrolik, ketika tuas rem ditekan akan menggerakkan piston di kaliper sehingga memungkinkan kanvas pada sepatu rem menjepit piringan cakram.

Contoh kampas rem baru yang masih bagus kondisinya.
Contoh kampas rem baru yang masih bagus kondisinya.

Kanvas rem tromol menempel pada sepatu rem yang letaknya berada di dalam tromol sehingga sulit untuk diketahui kondisinya. Namun, ada cara untuk mengetahui apakah kanvas rem tromol masih tebal atau tidak, yaitu dari kedalaman pedal rem. Jika semakin dalam pedal rem, maka kemungkinan kanvas perlu diganti, namun bisa juga hanya perlu menyetel baut pada lever rem.

Agar kanvas rem tromol awet, jangan terlalu sering melakukan pengereman mendadak. Hindari pula kaki yang menginjak pedal rem selama motor berjalan. Bersihkan bagian dalam rem dengan pembersih tekanan tinggi. Cek juga apakah per (returning spring) masih bagus atau tidak. Jika per sudah aus, resikonya kanvas menjadi boros karena terus menerus bergesekan dengan tromol.

Untuk rem cakram, walaupun mekanismenya lebih rumit karena terdiri dari banyak komponen dan menggunakan sistem hidrolik, ada tips yang bisa dilakukan untuk memperpanjang masa pakai kanvas rem dan juga cakramnya.

Pertama, dudukan cakram harus dicek, apakah permukaannya rata atau tidak. Jika tidak rata, maka putaran cakram menjadi tidak simetris sehingga membuat kerja kanvas menjadi berat dan cepat aus.

Jangan lupa pula untuk membersihkan kaliper dan pin fleksibel agar tekanan pada kampas rem sama rata. Jarak bebas antara kanvas dan cakram harus tepat agar proses pengereman efisien dan kanvas pun awet.

Contoh kampas rem yang telah aus (habis).
Contoh kampas rem yang telah aus (habis).

Pelumasan pada bearing roda juga harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya speling pada bearing (tidak center) sehingga mengakibatkan kanvas rem bergesekan dengan cakram walaupun tuas rem tidak ditekan.

Gaya berkendara pun juga berpengaruh pada durabilitas kanvas rem cakram. Jangan hobi melakukan pengereman mendadak, walaupun memang rem cakram didesain untuk mampu menghentikan laju kendaraan dalam kecepatan tinggi, namun kebiasaan ini bisa membuat kanvas cepat aus.

Pada saat melewati medan yang berat seperti perbukitan, sesekali istirahatkan sepeda motor untuk mengurangi panas pada piringan cakram. Panas yang berlebihan dapat membuat kanvas lebih cepat aus, bahkan dalam kondisi terburuk bisa membuat kanvas terbakar.

#BAGIKAN

Oli Motor Kamu Cepat Habis? Berikut Ini Tips-tips Supaya Oli Motor Kamu Tidak Cepat Kering

Fungsi oli pada mesin sepeda motor, terutama mesin 4 tak sangat vital. Selain berfungsi sebagai pelumas mesin, oli juga bertugas untuk mendinginkan mesin, melindungi bagian-bagian mesin dari karat, sekaligus membersihkan dan menutup celah-celah pada dinding mesin.

Melihat fungsi oli yang sangat penting, tidak berlebihan jika oli ibarat “darah”nya mesin. Jika “darah” pada sepeda motor mengalami defisit, terlalu encer, terlalu kental, atau tidak tepat peruntukannya, maka bisa dipastikan kinerja mesin akan sangat terpengaruh.

Sebaliknya, kondisi mesin sepeda motor juga berpengaruh terhadap kinerja oli. Ketika terjadi kebocoran pada bagian mesin, maka volume oli pun akan cepat berkurang. Hal ini mengakibatkan beban kerja oli menjadi lebih berat karena harus melumasi seluruh bagian mesin dengan jumlah yang telah menyusut.

Berbagai merk oli pelumas motor yang dapat dipilih sesuai dengan karakter motor.
Berbagai merk oli pelumas motor yang dapat dipilih sesuai dengan karakter motor.

Volume oli yang kurang tidak akan maksimal dalam melindungi bagian-bagian mesin dari gesekan. Alhasil, mesin bisa mengalami kerusakan fatal.Untuk menghindarinya, ada baiknya dilakukan pengecekan rutin terhadap volume oli. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat indikator yang terdapat pada batang tutup oli mesin. Jangan sampai oli di bawah batas minimal.

Lalu kapan sebaiknya mengganti oli? Agar mesin terlindungi sempurna, sebaiknya penggantian oli dilakukan ketika pemakainnya sudah 3.000 km. Lewat dari itu ada resiko oli yang sudah terlalu lama tidak diganti menjadi kurang efektif kinerjanya.

Namun, bagaimana jika belum sempat menyentuh angka 3.000 km oli sudah minta diganti dan mesin motor terasa kasar, cepat panas dan berisik? Ada baiknya diperhatikan hal-hal beikut ini: apakah keluar asap putih dari knalpot atau tidak, atau apakah ada oli yang merembes dari sambungan penutup mesin atau tidak.

Jika knalpot mesin sepeda motor 4tak mengeluarkan asap putih seperti mesin motor 2tak, maka kemungkinan terjadi kebocoran pada ring piston, seher, seal klep atau bisa juga pada camshaft sehingga oli masuk ke ruang pembakaran dan ikut terbakar. Oli yang terbakar itu lah yang menimbulkan asap putih di knalpot.

Kalau permasalahnnya adalah pada oli yang merembes dari sela-sela penutup mesin, maka kemungkinan terjadi kebocoran pada seal packing yang telah aus. Seal packing yang telah melewati masa pakai akan menjadi getas, tidak elastis dan mudah robek sehingga harus segera diganti.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah overheat pada mesin yang akan mendorong terjadinya penguapan oli lebih besar. Overheat atau panas yang berlebihan ini dapat terjadi karena mesin bekerja terus menerus, terlebih jika medan yang dilalui berat dan ekstrim. Sesekali istirahatkan mesin dengan mematikannya sebentar untuk menurunkan suhu di dalam mesin sepeda motor.

Melakukan pergantian oli pelumas secara rutin dan disiplin akan menurunkan resiko kerusakan mesin secara signifikan.
Melakukan pergantian oli pelumas secara rutin dan disiplin akan menurunkan resiko kerusakan mesin secara signifikan.

Pemilihan oli yang tepat juga penting karena setiap mesin sepeda motor memiliki karakter yang berbeda. Lebih baik menggunakan oli yang telah direkomendasikan oleh pabrikan motor atau merk lain namun memiliki SAE (tingkat kekentalan) yang tidak berbeda jauh. Oli yang terlalu encer justru akan mempersingkat masa pakai oli itu sendiri, sedangkan oli yang terlalu kental akan membuat tarikan motor berat dan lebih lama melepas panas.

Demikian lah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari oli sepeda motor cepat kering. Mesin yang mendapatkan pelumasan dengan baik tentunya akan memperpanjang usia pemakaian dan membuat kinerja sepeda motor tetap prima.

 

#BAGIKAN

Sekilas Tentang Cara Kerja Mesin Korter, Milling dan Poles Yang Mungkin Bermanfaat Bagi Anda Para Pecinta Modifikasi Motor

Artikel ini akan membahas secara umum sekilas tentang cara kerja mesin noken as, milling dan poles yang mungkin bermanfaat bagi anda para pecinta modifikasi motor. Ini penting karena saat ini modifikasi korter, milling dan poles berkembang pesat di Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi dan permintaan pasar yang besar.

Secara garis besar, modifikasi korter, milling dan poles menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan modifikasi bubut, di mana teknik yang digunakan dalam korter, milling dan poles juga dipergunakan pula dalam teknik bubut. Oleh karena itu, modifikasi bubut juga mencakup modifikasi korter, milling dan poles karena ketiganya merupakan turunan (derivatif) dari modifikasi bubut yang telah berkembang luas.

Pertama, kita pahami dahulu prinsip-prinsip dasar bubut. Mesin bubut adalah mesin yang bekerja untuk memotong dan merekayasa benda (logam) yang diputar. Pembubutan dilakukan dengan cara memutar obyek yang akan dibubut dan dipahat secara translasi sejajar dengan poros putar obyek tersebut. Dengan pengaturan kecepatan rotasi obyek dan kecepatan translasi pahat, maka akan menghasilkan variasi ulir dan ukuran yang berbeda-beda.

Karena teknik bubut diterapkan pada obyek yang berputar, maka pada intinya modifikasi bubut dilakukan pada bidang silinder. Seperti halnya bubut, modifikasi korter pun menerapkan teknik dan prinsip pada mesin bubut namun secara vertikal, yakni mata bor yang bekerja untuk membubut obyek bergerak dari atas ke bawah.

Berbagai tipe mesin korter terbaru
Berbagai tipe mesin korter terbaru
peluang usaha bengkel korter
Seorang peserta Kursus Korter sedang mempraktekkan teknik korter dengan teliti.

Teknik korter pun juga diterapkan pada bidang silinder seperti bubut konvensional, namun bukan pada permukaan luarnya, melainkan pada permukaan (dinding) dalamnya. Oleh karena itu lah, teknik korter sering juga dikenal dengan modifikasi bore up, yakni memperlebar ukuran diameter suatu silinder. Korter dilakukan untk memperbesar diameter liner silinder setelah dilakukan pengukuran diameter piston oversize yang hendak diaplikasikan. Sebelum melakukan korter, perlu juga dihitung clearance (celah antara piston dan dinding liner) yang tepat agar pergerakan piston tidak terlalu longgar dan tidak terlalu serat.

Pada modifikasi milling, prinsip dan teknik bubut diterapkan secara horizontal layaknya bubut konvensional, namun tujuan dari milling bukan lah untuk mendapatkan ulir, namun melubangi suatu obyek sesuai ukuran tertentu. Proses milling biasanya dipergunakan pada modifikasi silinder blok mesin 2 tak untuk membuat lubang inlet dan outlet yang dibutuhkan untuk mengalirkan bahan bakar dan udara ke ruang bakar dan gas sisa pembakaran. Biasanya, bengkel korter selain memiliki mesin korter juga memiliki mesin milling karena memang keduanya memiliki keterkaitan yang erat.

Ketika modifikasi korter atau milling telah dilakukan, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah pemolesan (polishing) menggunakan mesin poles. Dalam pengoperasiannya, mesin poles menggunakan prinsip yang mirip dengan mesin korter, namun mata bor yang dipakai pada mesin korter digantikan perannya oleh amplas karena memang pada tahap ini pemolesan hanya bertujuan untuk memperhalus hasil korter yang masih kasar.

Mesin poles akan memoles secara vertikal naik turun secara berangsur-angsur untuk menghasilkan permukaan dinding liner silinder yang halus seperti dinding liner silinder standar pabrikan. Tingkat kehalusan pada tahap finishing touch ini sangat krusial karena turut mempengaruhi pergerakan piston di kemudian hari ketika mesin siap dinyalakan.

#BAGIKAN

Rantai Motor Kamu Cepat Kendur? Ini Tips-tips Supaya Rantai Motor Awet dan tidak mudah kendur

Salah satu bagian sepeda motor yang cukup penting fungsinya namun kerap terabaikan adalah rantai motor. Rantai yang kondisinya masih bagus akan membuat kinerja mesin motor menjadi lebih ringan, konsumsi bahan bakar tidak boros, dan tarikan motor enteng. Perawatan rantai motor sebenarnya cukup mudah, namun banyak orang yang enggan melakukannya sehingga rantai pun mudah kendur dan pada akhirnya menurunkan performa sepeda motor.

Selain karena enggan melakukan perawatan rutin, penyebab lain rantai motor menjadi cepat kendur adalah karena pengaruh cuaca. Apabila rantai motor dibiarkan terlalu sering terguyur air hujan, maka rantai menjadi kotor dan mudah berkarat. Hal itu menyebabkan gesekan antara mata rantai dengan gear menjadi berat sehingga lama kelamaan membuat rantai aus.

Rawatlah rantai motor anda agar tidak mengalami kendor dan cepat aus.
Rawatlah rantai motor anda agar tidak mengalami kendor dan cepat aus.

Untuk merawat rantai motor, pertama-tama harus diingat bahwa jangan pernah sekali-kali membersihkan rantai dengan solar atau bensin karena cara seperti itu dapat membuat karet roller pada rantai menjadi melar dan merubah ukuran panjang rantai. Untuk membersihkan rantai cukup dengan air sabun saja, lalu dibilas dan keringkan dengan lap bersih.

Jangan lupa juga untuk melumasi rantai dengan cairan pelumas rantai (chain lube) yang banyak beredar di toko-toko atau bengkel. Chain lube yang baik tidak menyiprat seperti oli dan tidak membuat debu mudah menempel. Hindari kebiasaan buruk melumasi rantai dengan oli bekas karena oli bekas mengandung serpihan logam-logam mikroskopis dari mesin motor. Oli yang baru sekali pun juga kurang bagus karena mudah membuat kotoran dan debu menempel.

Penting juga untuk selalu mengecek tegangan rantai motor, terutama sebelum dan sesudah melakukan perjalanan jauh. Pastikan agar rantai tidak terlalu kencang dan tidak terlalu kendur. Jika dirasa tidak pas, stel kekencangan rantai dengan ukuran ‘jarak main’ 20-30 mm dalam kondisi tanpa beban dan sekitar 15 mm dengan beban wajar. Harus diperhatikan, terutama bagi sepeda motor bertipe suspensi monoshock, perbedaan tegangan rantai antara kondisi satu pengendara dan dua pengendara sangat berbeda sehingga harus disesuaikan.

Pastikan juga bahwa posisi poros roda belakang sama antara sisi kiri dan kanan sehingga tidak miring karena hal itu bakal membuat rantai menjadi gampang kendur dan cepat rusak. Tidak hanya itu, posisi poros roda yang miring juga akan membuat laju motor tidak stabil.

Kondisi gear rantai juga harus dicek apakah masih layak atau tidak. Apabila gigi-gigi gear sudah meruncing, tandanya sudah harus diganti. Jangan dibiarkan hingga gigi gear terlalu runcing karena sewaktu-waktu rantai bisa aus atau bahkan putus di tengah perjalanan. Lebih baik mengganti dengan satu gear set lengkap yang terdiri dari gear depan, belakang dan rantai karena jika mengganti komponen tersebut secara terpisah kemungkinan tidak akan cocok dan membuat rantai menjadi mudah kendur.

Selanjutnya, yang harus diperhatikan adalah kebiasaan dalam berkendara. Kebiasaan buruk seperti menarik tuas gas dalam-dalam secara mendadak juga dapat membuat rantai motor cepat kendur dan karena rantai mendapatkan stress (tegangan) secara tiba-tiba. Memindah gigi dengan salah juga bisa merusak rantai, seperti ketika melalui tanjakan berat menggunakan gigi 4 atau melaju kencang di jalan lurus dengan gigi 1.

 

 

 

 

#BAGIKAN

Rantai Motor Kamu Cepat Kendur? Ini Tips-tips Supaya Rantai Motor Awet dan tidak mudah kendur

Salah satu bagian sepeda motor yang cukup penting fungsinya namun kerap terabaikan adalah rantai motor. Rantai yang kondisinya masih bagus akan membuat kinerja mesin motor menjadi lebih ringan, konsumsi bahan bakar tidak boros, dan tarikan motor enteng. Perawatan rantai motor sebenarnya cukup mudah, namun banyak orang yang enggan melakukannya sehingga rantai pun mudah kendur dan pada akhirnya menurunkan performa sepeda motor.

Selain karena enggan melakukan perawatan rutin, penyebab lain rantai motor menjadi cepat kendur adalah karena pengaruh cuaca. Apabila rantai motor dibiarkan terlalu sering terguyur air hujan, maka rantai menjadi kotor dan mudah berkarat. Hal itu menyebabkan gesekan antara mata rantai dengan gear menjadi berat sehingga lama kelamaan membuat rantai aus.

Rawatlah rantai motor anda agar tidak mengalami kendor dan cepat aus.
Rawatlah rantai motor anda agar tidak mengalami kendor dan cepat aus.

Untuk merawat rantai motor, pertama-tama harus diingat bahwa jangan pernah sekali-kali membersihkan rantai dengan solar atau bensin karena cara seperti itu dapat membuat karet roller pada rantai menjadi melar dan merubah ukuran panjang rantai. Untuk membersihkan rantai cukup dengan air sabun saja, lalu dibilas dan keringkan dengan lap bersih.

Jangan lupa juga untuk melumasi rantai dengan cairan pelumas rantai (chain lube) yang banyak beredar di toko-toko atau bengkel. Chain lube yang baik tidak menyiprat seperti oli dan tidak membuat debu mudah menempel. Hindari kebiasaan buruk melumasi rantai dengan oli bekas karena oli bekas mengandung serpihan logam-logam mikroskopis dari mesin motor. Oli yang baru sekali pun juga kurang bagus karena mudah membuat kotoran dan debu menempel.

Penting juga untuk selalu mengecek tegangan rantai motor, terutama sebelum dan sesudah melakukan perjalanan jauh. Pastikan agar rantai tidak terlalu kencang dan tidak terlalu kendur. Jika dirasa tidak pas, stel kekencangan rantai dengan ukuran ‘jarak main’ 20-30 mm dalam kondisi tanpa beban dan sekitar 15 mm dengan beban wajar. Harus diperhatikan, terutama bagi sepeda motor bertipe suspensi monoshock, perbedaan tegangan rantai antara kondisi satu pengendara dan dua pengendara sangat berbeda sehingga harus disesuaikan.

Pastikan juga bahwa posisi poros roda belakang sama antara sisi kiri dan kanan sehingga tidak miring karena hal itu bakal membuat rantai menjadi gampang kendur dan cepat rusak. Tidak hanya itu, posisi poros roda yang miring juga akan membuat laju motor tidak stabil.

Kondisi gear rantai juga harus dicek apakah masih layak atau tidak. Apabila gigi-gigi gear sudah meruncing, tandanya sudah harus diganti. Jangan dibiarkan hingga gigi gear terlalu runcing karena sewaktu-waktu rantai bisa aus atau bahkan putus di tengah perjalanan. Lebih baik mengganti dengan satu gear set lengkap yang terdiri dari gear depan, belakang dan rantai karena jika mengganti komponen tersebut secara terpisah kemungkinan tidak akan cocok dan membuat rantai menjadi mudah kendur.

Selanjutnya, yang harus diperhatikan adalah kebiasaan dalam berkendara. Kebiasaan buruk seperti menarik tuas gas dalam-dalam secara mendadak juga dapat membuat rantai motor cepat kendur dan karena rantai mendapatkan stress (tegangan) secara tiba-tiba. Memindah gigi dengan salah juga bisa merusak rantai, seperti ketika melalui tanjakan berat menggunakan gigi 4 atau melaju kencang di jalan lurus dengan gigi 1.

 

 

 

 

#BAGIKAN

Pentingnya Menservis Motor Kamu Secara Rutin Agar Kondisi Mesin Motor Kamu Selalu Dalam Kondisi Optimal

Sepeda motor kini menjadi moda transportasi yang paling diandalkan di Indonesia. Hal ini disebabkan makin mudahnya pengajuan kredit motor, belum tersedianya moda transportasi umum yang nyaman dan aman, dan tentu saja karena menggunakan sepeda motor bisa menghemat biaya ongkos.

Karena berbagai kelebihan sepeda motor dibandingkan moda transportasi lainnya itu lah, kini di Indonesia bagaikan lautan sepeda motor. Memiliki lebih dari satu sepeda motor dalam satu keluarga bukan hal yang aneh lagi. Namun, tentu saja memiliki sepeda motor juga harus memperhatikan perawatan rutinnya agar sepeda motor tetap berfungsi normal, nyaman dikendarai dan tidak mengalami resiko kerusakan parah di kemudian hari.

servis motor berkala hendaknya dilakukan secara rutin dan tepat waktu
servis motor berkala hendaknya dilakukan secara rutin dan tepat waktu

Perawatan rutin yang dapat dilakukan oleh para pemilik sepeda motor adalah dengan melakukan servis rutin berkala sesuai dengan petunjuk yang tertulis di buku manual kendaraan bermotor. Walaupun servis periodik ini biasanya hanya bersifat ringan saja, seperti membersihkan karburator, filter udara, menyetel gas, melumasi rantai, atau memeriksa tekanan ban namun manfaatnya sangat besar bagi usia pakai mesin sepeda motor.

Biasanya servis rutin dilakukan bersamaan dengan penggantian oli mesin. Hal ini dimaksudkan agar lebih praktis saja sehingga tidak perlu bolak balik ke bengkel atau bongkar pasang mesin dan body. Penggantian oli sebaiknya dilakukan setiap 3.000 km sekali karena pada angka jarak tempuh itu kinerja oli mencapai puncak stress-nya sehingga jika dipaksakan tetap bekerja tanpa ada penggantian justru oli mengalami penurunan kualitas.

Oli yang terlalu lama tidak diganti akan mengalami penurunan kepekatan sehingga menjadi encer. Lama kelamaan pun oli akan berubah warna menjadi kehitaman karena pengaruh panas mesin. Oli yang sudah berubah kepekatan dan warna ini tak mampu lagi melindungi bagian-bagian mesin dari gesekan yang terjadi di dalam mesin sehingga nantinya bisa menyebabkan kerusakan fatal.

Untuk itu, servis rutin berkala penting dilakukan agar mesin sepeda motor tetap berfungsi optimal setiap hari. Mesin yang terjaga keoptimalannya akan memiliki usia pakai yang lebih panjang sehingga menghemat anggaran untuk penggantian sparepart atau bahkan hingga turun mesin jika mengalami kerusakan fatal.

Keuntungan lain dari servis sepeda motor yang rutin dilakukan tepat pada waktunya adalah menghindari resiko bahaya kecelakaan akibat kondisi motor yang buruk. Sepeda motor yang selalu dirawat secara rutin akan mampu bekerja optimal sehingga tidak akan mengalami rem blong, ban kempes, lampu tidak menyala, slip kopling, atau rantai putus seperti yang kerap terjadi pada sepeda motor yang jarang diservis secara rutin.

Kejadian-kejadian yang diakibatkan oleh kurang terawatnya sepeda motor tersebut tentunya beresiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Itu lah beberapa hal yang menjelaskan pentingnya pentingnya menservis motor kamu secara rutin agar kondisi mesin motor kamu selalu dalam kondisi optimal. Untuk itu, dari sekarang mari kita mulai membiasakan untuk melakukan servis rutin pada sepeda motor karena itu juga menyangkut keselamatan kita di jalanan sehari-hari.

 

#BAGIKAN

Lapangan Kerja Mekanik Korter Terbuka Lebar, Persiapkan Diri Dengan Mengikuti Kursus Korter

Saat ini lapangan kerja mekanik korter terbuka lebar, persiapkan diri dengan mengikuti kursus korter karena keterampilan yang tinggi akan menjadi bekal yang berharga bagi seorang mekanik korter. Seorang mekanik korter berbeda dari mekanik konvensional karena dalam modifikasi korter dituntut untuk memiliki pemahaman menyeluruh tentang seluk beluk mesin motor, karakteristik mesin 2 tak dan 4 tak, memiliki intuisi tajam dalam hal pengukuran skala mili meter, dan tentu saja kemampuan dalam mengoperasikan berbagai jenis mesin bubut yang digunakan dalam modifikasi korter mesin.

Korter mesin dibutuhkan karena saat ini jumlah unit sepeda motor yang beredar di Indonesia sangat banyak sehingga Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara dengan jumlah sepeda motor yang beredar terbanyak. Tentu saja berbagai jenis sepeda motor tersebut memerlukan perawatan, mulai dari yang tingkat ringan hingga perawatan berat yang berkaitan dengan jeroan mesin, atau istilahnya turun mesin.

Kursus Korter Lengkap
kursuskorter.com

Untuk motor-motor keluaran lama, yang masih banyak beredar di Indonesia, kinerja mesin motor akan mengalami penurunan seiring dengan faktor usia yang makin bertambah. Penurunan itu diakibatkan oleh semakin ausnya komponen-komponen di dalam mesin, terutama di bagian blok silinder. head silinder dan piston berperan ibarat jantung bagi sepeda motor karena di sektor tersebut lah pembakaran terjadi dan gas buang dihasilkan. Pembakaran dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga penggerak bagi motor. Maka, jika komponen head silinder dan piston mengalami kerusakan, otomatis motor akan kehilangan kemampuannya dalam memproduksi power seperti sedia kala. Ibaratnya, motor mengalami gagal jantung sehingga tenaga yang dihasilkan tidak sebanding dengan putaran mesin yang tinggi.

Kerusakan yang terjadi pada blok silinder biasanya berupa baret-baret akibat terus menerus digerus oleh piston yang naik turun dalam melakukan kompresi. Gesekan antar logam tentu akan menimbulkan goresan dan luka seiring dengan waktu. Hal itu dapat diperparah lagi jika sepeda motor kurang mendapatkan perawatan rutin seperti penggantian oli pelumas berkala. Telat dalam mengganti oli akan membuat dinding liner silinder menjadi semakin rentan tergores karena oli yang terlalu lama berada di dalam mesin tanpa diganti mengandung serpihan logam berukuran mikroskopis. Di samping itu, oli juga akan mengalami penyusutan dalam jangka waktu tertentu sehingga blok silinder akan mengalami kekeringan. Jika dibiarkan, mesin dapat rontok.

Kerusakan pada head silinder dan piston dapat diatasi dengan penggantian blok mesin total. Namun, tentu saja harganya mahal, apalagi jika motornya keluaran lama sehingga untuk mendapatkan blok mesin baru atau yang masih bagus cukup sulit. Maka, alternatif yang lebih murah adalah melakukan korter mesin.

Korter mesin pada prinsipnya adalah ubahan yang dilakukan pada blok silinder dengan cara memperbaiki liner silinder yang telah mengalami baret atau mengganti piston yang telah rusak dengan piston baru berukuran oversize. Agar berfungsi normal kembali dan sesuai dengan ukuran piston oversize, dinding liner silinder harus dikikis dengan menggunakan mesin korter. Dalam tahap ini, seorang mekanik korter harus berpatokan pada pengukuran awal yang telah ia lakukan pada diameter piston oversize, seberapa tebal dinding liner silinder yang harus ia kikis, berapa besar clearance (jarak antara piston dan dinding silinder), dan berapa tebal dinding yang harus ia sisakan untuk proses pemolesan pada tahap akhir. Semua itu juga harus ia pertimbangkan dengan berpatokan pada karakter mesin yang hendak ia bangun sesuai dengan kebutuhan konsumen, apakah untuk kebutuhan harian atau kompetisi.

Dengan berbagai kompleksitas yang terdapat dalam modifikasi korter mesin seperti di atas, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa mekanik korter berbeda dengan mekanik biasa yang hanya menangani perbaikan umum seperti di bengkel-bengkel konvensional. Karena itu lah, mekanik korter yang handal masih cukup sulit ditemukan dan bengkel-bengkel korter yang dikenal mampu mengerjakan korter dengan baik sangat dicari oleh para konsumen.

Lalu bagaimana caranya untuk menjadi seorang mekanik korter yang handal? Bergabung lah dalam program kursus korter yang kami selenggarakan di bengkel NBS Yogyakarta. Kami telah berpengalaman selama puluhan tahun dalam dunia korter mesin sepeda motor. Dalam program kursus korter ini, para peserta akan dikenalkan pada prinsip-prinsip ubahan korter pada mesin 2 tak dan 4 tak, mengenali alat-alat ukur yang digunakan, pengoperasian mesin bubut korter, mesin poles dan mesin miling, dan tak lupa peserta juga dilatih dan diawasi oleh instruktur-instruktur yang telah berpengalaman dalam modifikasi korter mesin.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program kursus korter kami, silakan hubungi:

SMS/WA 0882-1627-9660
Pin 51F-36C-95
Alamat kantor: Jl. Wachid Hasyim 108 Bantul, Yogyakarta

#BAGIKAN

Sesuaikan jenis bahan bakar yang dipakai untuk motor anda dengan besarnya kompresi mesin motor yang anda gunakan

Untuk menjaga kondisi mesin, terutama bagian head silinder dan piston lebih baik sesuaikan jenis bahan bakar yang dipakai untuk motor anda dengan besarnya kompresi mesin motor yang anda gunakan. Hal ini penting karena mesin motor memiliki karakteristik dan besaran rasio kompresi mesin yang berlainan. Pada mesin motor dengan rasio kompresi mesin rendah, maka bahan bakar yang cocok digunakan adalah bensin dengan nilai oktan rendah. Namun, untuk mesin-mesin motor keluaran baru yang memiliki nilai rasio kompresi mesin yang lebih tinggi, maka jenis bahan bakarnya pun juga harus disesuaikan, yakni bensin yang memiliki nilai oktan lebih tinggi.

Mengapa kita harus bijak memilih bakar yang dipakai untuk motor?

Resiko dari mesin motor yang diisi dengan bahan bakar yang nilai oktannya tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin adalah mempercepat kerusakan atau aus pada mesin, terutama di sektor head silinder dan piston karena di bagian ini lah yang paling merasakan dampak langsung dari jenis bahan bakar yang tidak sesuai.

bakar yang dipakai untuk motor
Mengisi bahan bakar dengan RON lebih tinggi (Pertamax) dapat meningkatkan performa mesin motor.

Untuk mesin dengan rasio kompresi tinggi yang seharusnya diisi dengan bahan bakar beroktan tinggi, ketika diisi dengan bahan bakar yang memiliki oktan lebih rendah maka akan terjadi detonasi atau ledakan-ledakan pada ruang bakar yang tidak tepat karena bahan bakar beroktan rendah lebih cepat terbakar sehingga ketika kompresi atau pemampatan terjadi di ruang bakar, bensin dengan oktan rendah lebih dahulu terbakar sebelum api busi menyala. Dalam jangka panjang, detonasi ini akan semakin merusak piston karena ledakan-ledakan ini ibaratnya seperti lusinan paku yang dilemparkan ke piston. Kerusakan yang ditimbulkan yakni biasanya head silinder akan mengalami bopeng-bopeng seperti permukaan bulan.

Di Indonesia, jenis-jenis bensin berdasarkan nilai oktannya ini biasanya diwakili oleh Premium dengan nilai oktan 88 (RON 80-88), Pertamax (RON 91-92), dan Pertamax plus (RON 95-98). Sebenarnya masih ada lagi jenis bensin dengan RON lebih tinggi, yakni Pertamax Racing (RON 100), namun jarang dijual untuk konsumsi massal. Selain itu, terdapat pula jenis-jenis bahan bakar bensin produk SPBU asing dengan nama yang berbeda-beda, namun intinya tetap dengan tingkat oktan yang kurang lebih sama.

Untuk motor dengan rasio kompresi mesin yang rendah, ketika diisi dengan bensin beroktan lebih tinggi sebetulnya dampak yang terjadi tidak separah ketika mesin yang memiliki rasio kompresi tinggi diisi dengan bensin beroktan lebih rendah. Pengaruh bensin oktan tinggi pada mesin rasio kompresi rendah justru membuat performa mesin sedikit meningkat namun tidak signifikan. Tentu peningkatan performa itu tidak sebanding dengan harga Pertamax atau Pertamax Plus yang jauh lebih mahal daripada Premium.

Selain itu, karena bensin beroktan tinggi lebih sulit terbakar dibandingkan bensin beroktan rendah, akan menimbulkan resiko timbulnya kerak di mesin rasio kompresi rendah yang tidak mampu membakar bensin secara sempurna karena faktor kondisi mesin yang tidak prima lagi karena usia. Jadi, sebaiknya sesuaikan antara nilai rasio kompresi mesin motor anda dengan nilai oktan bahan bakar yang dipakai.

Berikut ini adalah daftar rasio kompresi mesin berbagai merk motor di Indonesia dan jenis BBM yang paling tepat sesuai dengan oktannya:

MOTOR:
YAMAHA
Vega-R (9.3:1) Pertamax
Vega-ZR (9.3:1) Pertamax
Mio (8.8:1) Premium
Jupiter (9.0:1) Premium
F1ZR (7.1:1) Premium
RX-KING (6.9:1) Premium
YT 115 (7.2:1) Premium
RZR (7:01) Premium
Nouvo (8.8:1) Premium
Crypton (9.0 : 1) Premium
Yamaha Alfa (7.2 : 1) Premium
Yamaha RXZ (7.0 : 1) Premium
Jupiter-Z (9.3:1) Pertamax
Jupiter MX-135LC (10.9:1) Pertamax Plus
Scorpio-Z (9.5:1) Pertamax
VIXION (10.4:1) Pertamax/pertamax plus
Majesty 125 (11:01) Pertamax Plus
Scorpio (9.5:1) Pertamax

SUZUKI
Satria FU (10.2:1) Pertamax/pertamax plus
Shogun New FL125 Series (9.6 : 1) Pertamax
Shogun FD125 X (9,5 : 1) Pertamax
Thunder 125 (9.2 : 1) Premium/Pertamax
Spin 125 (9.6:1) Pertamax
SkyWave 125 (9.6 :1) Pertamax

 

#BAGIKAN

Pengetahuan singkat tentang oversize, pengertian, tujuan, manfaat dan cara melakukan oversize yang baik dan benar

Banyak cara dilakukan oleh mereka yang memiliki hobi di bidang adu kecepatan sepeda motor untuk meningkatkan performa tunggangannya agar mampu melesat maksimal di lintasan. Salah satu modifikasi mesin untuk meningkatkan performa motor yang lazim dilakukan adalah oversize. Namun, walaupun kata oversize ini sudah jamak kita dengar, masih banyak orang yang belum memahami dengan benar apa sebenarnya modifikasi oversize itu. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan pengetahuan singkat tentang oversize: pengertian, tujuan, manfaat dan cara melakukan oversize yang baik dan benar.

Pengertian oversize

Oversize pada intinya adalah ubahan yang dilakukan pada sektor silinder, yakni dengan mengganti piston standar dengan piston baru yang memiliki ukuran diameter lebih besar (oversize). Pada umumnya, ukuran oversize adalah 25, 50, 75, dan 100 di mana angka itu mewakili satuan nol koma dalam mili meter. Missal, piston standar ukuran 51 mm di-oversize dengan ukuran 25 maka diameter piston barunya menjadi 51,25 mm.

Oversize pada piston pun secara otomatis menuntut penyesuaian pada diameter ring piston dan diameter liner baru yang lebih besar. Untuk itu, dilakukan korter pada dinding liner silinder untuk memperluas diameter lubang silinder menyesuaikan dengan piston berukuran oversize.

Pengetahuan singkat tentang oversize, pengertian, tujuan, manfaat dan cara melakukan oversize yang baik dan benar
oversize blok mesin dengan korter

Tujuan melakukan oversize

Pada dasarnya, modifikasi oversize pada piston dan lubang silinder adalah untuk memperbesar volume ruang bakar. Volume yang semakin besar ini berarti kapasitas ruang bakar menjadi lebih besar pula sehingga mampu menampung bahan bakar yang lebih banyak. Jadi, tujuan melakukan oversize ini pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kapasitas ruang bakar agar pembakaran menjadi lebih optimal karena tenaga yang besar memerlukan pasokan bahan bakar yang lebih besar pula.

Selain untuk meningkatkan kapasitas ruang bakar, oversize juga dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan performa mesin motor pada motor standar harian yang telah mengalami kerusakan pada piston dan silindernya akibat usia pemakaian yang tinggi. Dengan melakukan modifikasi oversize, performa mesin motor dapat kembali normal tanpa harus mengganti blok mesin.

Manfaat melakukan oversize

Selain untuk tujuan meningkatkan performa motor agar mampu bertarung di lintasan balap, untuk pemakain harian pun dapat juga dilakukan oversize piston dan silinder. Biasanya, oversize untuk pemakaian harian ini dilakukan ketika silinder telah mengalami aus akibat pemakaian yang telah mencapai batas pemakaiannya. Faktor usia pakai memang tidak dapat dibohongi, karena piston bergereak naik turun dalam kecepatan tinggi setiap harinya dalam proses pembakaran, sehingga dinding liner silinder pun tergores. Goresan tersebut lama kelamaan akan menggerus lapisan dinding liner sehingga diameter lubang silinder pun berubah dari ukuran standarnya. Ketika diameter lubang silinder telah berubah, maka clearance (celah) antara dinding silinder dan piston menjadi terlalu besar dan beresiko terjadi kebocoran dan penurunan kompresi.

Dengan melakukan oversize pada blok silinder yang telah mengalami aus, maka performa sepeda motor akan kembali normal lagi karena kompresi mesin normal kembali, langkah piston pun juga lancar kembali. Bahkan, dengan oversize piston yang berukuran lebih besar, performa motor dapat jauh ditingkatkan melebihi kemampuan sebelumnya ketika masih menggunakan blok silinder pabrik dalam kondisi masih normal.

Cara melakukan oversize dengan baik dan benar

Walaupun secara sepintas modifikasi oversize terlihat mudah, yakni hanya mengganti piston standar dengan piston lain yang memiliki diameter yang lebih besar, namun pada prakteknya lebih kompleks daripada itu. Harus dipahami pula bahwa blok mesin pun memiliki batas maksimal yang dapat diterima untuk mampu menopang ukuran silinder maksimalnya. Jangan sampai menambah ukuran diameter silinder dengan ekstrim tanpa mempertimbangkan kondisi blok.

Faktor yang sangat menentukan output dari modifikasi oversize silinder ini adalah presisi dalam pengerjaannya. Perbedaan dalam skala 0,1 mili meter saja akan mempengaruhi hasilnya. Oleh karena itu, pengukuran yang cermat wajib dilakukan sebelum mulai melakukan eksekusi. Alat ukur yang biasa digunakan adalah mikrometer dan dial gauge.

Perhatikan juga batas maksimal ukuran piston oversize sesuai dengan blok silinder mesin. Jangan sampai melebihi kemampuan blok untuk menopang silinder. jika diameter silinder oversize bertambah terlalu besar, lebih baik mengganti pula bloknya.

ketika telah ditentukan diameter piston oversize yang hendak diadopsi, langkah berikutnya adalah melakukan korter pada dinding liner silinder. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin korter dan dioperasikan oleh mekanik khusus yang mampu mengoperasikannya dan mengetahui prinsip teknik korter. Proses pengikisan dengan teknik korter ini dapat dilakukan berulang-ulang hingga tercapai diameter liner silinder yang diinginkan.

Pertimbangkan pula berapa milimeter clearance (celah) antara piston dan dinding silinder yang ingin dibuat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, misal untuk pemakaian harian, drag race, atau road race. Ketika proses korter telah selesai dilakukan, finishing touch yang halus juga menentukan hasil akhirnya. Oleh karena itu lah, teknik pemolesan dengan menggunakan mesin poles harus dikerjakan dengan baik agar dinding liner yang telah dikorter memiliki permukaan yang halus seperti dinding korter standar pabrikan. Kehalusan dinding liner silinder ini penting bagi kelancaran pergerakan langkah piston.

#BAGIKAN
Copyright © 2026 Kursus Korter