Kawat Kopling Motor Boros? Berikut Ini Tips-tips Yang Dapat Diterapkan Agar Kawat Kopling Motor Awet

Kawat kopling motor boros? Berikut ini tips-tips yang dapat diterapkan agar kawat kopling motor awet.

Salah satu bagian yang paling penting pada sepeda motor yang menganut sistem kopling manual adalah kawat kopling karena bagian ini lah yang memungkinkan motor dapat dijalankan. Tanpa kawat kopling, tentu motor dapat menyala namun tidak dapat dijalankan karena mekanisme perpindahan transmisi tidak dapat dijalankan. Namun, bagaimana jika kawat kopling motor boros? Berikut ini tips-tips yang dapat diterapkan agar kawat kopling motor awet.

Kawat kopling, sepele namun sangat penting.
Kawat kopling, sepele namun sangat penting.

Kawat kopling biasanya memiliki usia pakai yang panjang karena terbuat dari bahan tali baja yang kuat sehingga komponen ini menjadi salah satu bagian yang paling jarang diganti oleh para pemilik motor. Namun, ada beberapa pemilik motor yang mengeluhkan borosnya kawat kopling mereka. baru diganti satu atau dua bulan saja sudah minta diganti lagi. Apa yang salah dengan kawat koplingnya?

Produsen motor tentu sudah memperhitungkan karakter dan kapasitas mesin motornya, sehingga kawat kopling yang digunakan pun disesuaikan. Penyesuaian kawat kopling tersebut tidak hanya dari segi bahan, diameter, namun juga panjang kawat karena setiap motor memiliki rentang sasis yang berbeda-beda. Motor-motor bertipe cruiser atau touring cenderung memiliki sasis lebih panjang sehingga juga membutuhkan kawat kopling yang lebih panjang pula.

Untuk itu, jika terpaksa harus mengganti kawat kopling motor dengan subtitusi dari motor lain, pilih lah kawat kopling dari motor yang memiliki tipe atau ukuran sama agar kawat kopling mampu bekerja maksimal sesuai dengan beban kerjanya.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk memperpanjang usia pakai kawat kopling motor yaitu dengan pengecekan rutin setiap 1.500 km agar tuas kopling tidak mengalami kendor. Jika terjadi kekendoran, segera dikencangkan dan diset ulang. Settingan kopling yang terlalu kendor atau terlalu kencang dapat mempercepat keausan kawat kopling.

Lakukan pula pelumasan pada kawat kopling dengan cara memasukkan oli mesin baru ke dalam selongsong kopling (kabel kopling) dari atas hingga oli pelumas keluar di ujung selongsong bawah. Oli pelumas pada bagian dalam selongsong selain memperkecil gesekan antara dinding selongsong dengan kawat kopling, dapat juga mengurangi resiko terjadinya karat pada kawat kopling. Akan lebaih baik lagi jika sebelum dilakukan pelumasan lakukan pembersihan dahulu bagian dalam selongsong dengan cara memasukkan cairan pembersih khusus yang banyak dijual di toko-toko perlengkapan motor.

Agar kawat kopling tidak mudah aus dan putus, lakukan pelumasan pada kawat dan selongsong secara rutin.
Agar kawat kopling tidak mudah aus dan putus, lakukan pelumasan pada kawat dan selongsong secara rutin.

Beberapa motor menggunakan selongsong kopling yang memiliki lapisan teflon di dinding bagian dalamnya untuk memperkecil gesekan dengan kawat kopling. Jika memungkinkan, ganti selongsong kopling motor anda dengan selongsong berlapis teflon tersebut.

Pastikan pula karet pelindung di bagian pangkal tuas kopling dalam kondisi yang bagus karena karet ini berfungsi untuk melindungi kawat kopling dari air hujan yang sangat korosif dan debu yang dapat merusak lapisan luar kawat kopling. Jika karet pelindung telah robek atau terlalu kendor, maka segera ganti dengan yang baru karena kawat kopling memiliki resiko paling besar mengalami putus di bagian pangkal tuas kopling.

 

 

#BAGIKAN

Ini Dia Resiko Mengisi Oli Mesin Terlalu Penuh Melebihi Kapasitas Mesin

Ini dia resiko mengisi oli mesin terlalu penuh melebihi kapasitas mesin. Seperti kita ketahui, oli mesin

Oli pelumas berguna untuk mencegah overheat pada mesin motor.
Oli pelumas berguna untuk mencegah overheat pada mesin motor.

selain berfungsi sebagai pelumas untuk melindungi bagian-bagian mesin dari luka akibat gesekan antar logam juga berguna sebagai pendingin mesin untuk menjaga temperatur di dalam mesin dari bahaya overheat. Volume oli pelumas yang diperlukan setiap sepeda motor bervariasi, tergantung dari kapasitas mesinnya.

Ada mesin motor yang membutuhkan oli mesin sebanyak 0,8 liter, 1 liter hingga 1,2 liter. Resiko kerusakan mesin dapat ditimbulkan jika volume oli mesin kurang dari jumlah tersebut. Namun, bagaimana jika justru terjadi kelebihan volume oli? Ini dia resiko mengisi oli mesin terlalu penuh melebihi kapasitas mesin.

Sebenarnya pabrikan motor telah melengkapi produk mereka dengan buku panduan dan alat pengukur volume oli, yakni deep stick dan ada juga yang berupa jendela intip kaca seperti pada motor cc besar. Dari alat ukur itu, dapat dilihat garis batas minimal dan batas maksimal oli.

Agar aman, isi lah oli pelumas sesuai dengan takaran yang dianjurkan.
Agar aman, isi lah oli pelumas sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Jika volume oli berada di bawah garis minimal atau berada di atas garis maksimal maka pemilik motor harus menambahkan atau mengurangi volume oli. Sayangnya, kesadaran para pemilik motor masih cukup rendah tentang volume oli mesin motor mereka.

Anggapan yang umum di masyarakat yakni semakin penuh oli mesin, semakin bagus kinerja mesin. Padahal, justru sebaliknya, oli yang terlalu penuh pun juga tidak baik. Ibaratnya jika seseorang kurang minum tentu kehausan, tetapi jika terlalu banyak minumbisa kembung dan gerakan fisik pun terganggu.

Oli yang terlalu penuh bisa merendam poros engkol. Komponen ini adalah bagian utama dari sistem penggerak motor di mana ketika mesin menyala maka poros engkol akan terus berputar untuk menggerakkan pen piston. Jika oli terlalu penuh maka putaran poros engkol ini akan mengocok-kocok genangan oli sehingga berpotensi menimbulkan busa dan reaksi berantai kimia yang dapat menurunkan kualitas oli pelumas.

Selain hal di atas, pada motor yang menganut kopling basah (wet clutch) oli yang berlebihan beresiko menimbulkan selip karena kopling menjadi terlalu basah. Selip kopling mengakibatkan putaran mesin tidak maksimal dan tarikan motor menjadi berat. Dampaknya, konsumsi bahan bakar pun meningkat drastis (lebih boros).

Komponen lain yang terkena imbas dari volume oli yang terlalu penuh adalah pompa oli yang digunakan pada konstruksi mesin motor 2 tak sebab komponen ini lah yang bertugas untuk memompa dan menyemprotkan oli ke dalam ruang bakar. Beban kerja pompa oli menjadi terlalu berat sehingga pompa oli rawan aus.

Itu lah beberapa resiko yang kemungkinan muncul ketika melakukan pengisian oli yang melebihi kapasitas mesin motor. Pastikan volume oli mesin motor anda selalu dalam kadar yang normal, tidak kurang dari batas minimal dan juga tidak melebihi batas maksimal agar terhindar dari bahaya kerusakan mesin yang lebih besar.

#BAGIKAN

Agar Piston Motor Awet, Lakukan lah Beberapa Hal Sederhana Berikut Ini

Piston ibarat jantung bagi mesin sepeda motor, karena piston lah yang memicu terjadinya kompresi yang menjadi syarat proses pembakaran di ruang bakar. Tanpa ada piston, motor pun tidak akan dapat menyala dan berjalan. Namun, karena bekerja terus menerus tanpa henti, bahkan terkadang harus berulang kali naik turun di dalam silinder pada putaran mesin tinggi, piston beresiko menjadi aus. Jika piston mengalami aus, maka kompresi dapat bocor dan kinerja mesin motor akan menurun secara signifikan. Oleh karena itu agar piston motor awet, lakukan lah beberapa hal sederhana berikut ini.

Piston motor.
Piston motor.

Pertama, disiplin dalam penggantian oli pelumas. Oli ini ibarat darah bagi motor, sehingga jika oli telah mengalami kekeruhan atau kualitasnya telah menurun hingga menjadi terlalu encer, maka mesin pun juga akan terkena dampaknya, motor pun menjadi tidak sehat. Oli yang terlalu encer karena lama tidak diganti atau volumenya kurang dapat mempercepat proses kerusakan pada piston dan juga dinding silinder. Piston dan dinding silinder terus menerus mengalami friksi selama piston bergerak naik turun memenuhi langkah stroke, sehingga memerlukan pelumasan yang baik agar dapat mengurangi gesekan. Jika oli kurang atau terlalu encer, maka permukaan piston akan bersinggungan langsung dengan dinding silinder alias logam dengan logam. Akibatnya fatal, mesin dapat rontok.

Untuk itu, penggantian oli pelumas wajib dilakukan secara disiplin sesuai jadwal berkalanya. Jenis oli pelumas pun harus disesuaikan tingkat kekentalannya agar sesuai dengan karakteristik mesin sepeda motor karena motor-motor yang mampu melakukan putaran mesin tinggi pun membutuhkan pelumasan yang juga ekstra.

Cek kondisi ring piston. Ring piston memegang peranan penting dalam hal durabilitas piston dan dinding liner silinder karena komponen ini lah yang menjadi perantara antara piston dan dinding silinder. Selain itu, ring piston juga menjadi penyekat yang berfungsi untuk memaksimalkan kompresi mesin dan mencegah kompresi bocor. Ring piston pun juga berfungsi untuk membantu pelumasan, yakni mendorong oli pelumas naik ke lubang silinder. jika ring piston terkikis atau bahkan patah, maka harus segera diganti agar tidak mengorbankan piston dan dinding liner silinder yang dapat tergores.

Ring piston aus menyebabkan kinerja motor menurun drastis.
Ring piston aus menyebabkan kinerja motor menurun drastis.

Langkah berikutnya yakni gunakan lah bahan bakar dengan kandungan timbal yang rendah. Bahan bakar yang mengandung terlalu banyak timbal akan menimbulkan kerak di kepala piston yang dapat memperberat kerja piston dan mengurangi efektivitas pembakaran. Dengan menggunakan bahan bakar yang sedikit mengandung timbal (biasanya bahan bakar dengan oktan tinggi) akan membuat ruang bakar lebih bersih karena tidak meninggalkan kerak seperti bahan bakar beroktan lebih rendah.

Melakukan tune up mesin motor juga diperlukan, terutama untuk motor-motor keluaran lama yang telah melewati jarum puluhan ribu km karena akibat getaran mesin, maka komponen-komponen mesin pun dapat mengalami deformasi. Walaupun tidak terlalu signifikan, misalnya Cuma sebesar nol koma sekian mili meter namun perubahan yang terjadi akibat pemakaian itu harus disetting ulang melalui tune up karena jika dibiarkan maka piston pun akan bekerja lebih berat dan memperpendek usia pakai piston.

Pilihlah piston dengan bahan yang ringan dan kuat. Jika terpaksa harus melakukan penggantian piston, maka pilih lah piston yang terbuat dari bahan ringan dan kuat seperti aluminium alloy yang terkenal memiliki daya tahan yang tinggi terhadap panas dan gesekan disamping juga memiliki berat yang lebih ringan. Ada pula piston jenis forged yang dibuat dengan teknik tempa sehingga memiliki kualitas yang lebih baik daripada piston yang dibuat dengan teknik cor. Beberapa jenis piston juga memiliki lapisan teflon dan keramik untuk membantu meminimalisir gesekan antara piston dengan dinding liner silinder.

Selain itu, gaya berkendara juga harus disesuaikan dengan karakteristik motor. Jangan dibiasakan untuk menarik tuas gas dalam-dalam secara mendadak karena hal itu dapat membuat mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan power yang besar secara mendadak, seperti orang yang baru bangun tidur langsung disuruh berlari dengan kecepatan penuh.

Itulah beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan agar piston motor awet dan tidak mudah aus. Semoga beberapa hal tersebut dapat membantu para pembaca untuk menjaga agar piston motornya tidak mudah mengalami kerusakan.

#BAGIKAN

Bagaimana Cara Menguras dan Membersihkan Tangki Bensin dengan Baik dan Benar Agar Kinerja Motor Kembali Normal?

Tangki bensin yang lama tidak dibersihkan akan menjadi kotor dan membuat motor tidak maksimal, lalu bagaimana cara menguras tangki bensin dengan baik dan benar agar kinerja motor kembali normal? Tangki yang kotor dapat disebabkan oleh kualitas bahan bakar yang rendah, seperti kandungan timbal yang tinggi sehingga menimbulkan kerak di dasar dan di dinding tangki. Air hujan yang mengandung asam pun juga beresiko menimbulkan karat di dalam tangki jika sampai merembes ke dalam tangki seperti jika motor sering dibiarkan di luar ruangan dalam cuaca hujan deras.

Menguras tangki bensin sebaikanya dilakukan tiap 6 bulan sekali agar dinding bagian dalam tangki terbebas dari kotoran dan kerak, terutama jika Anda biasa mengisi bensin jenis premium.
Menguras tangki bensin sebaikanya dilakukan tiap 6 bulan sekali agar dinding bagian dalam tangki terbebas dari kotoran dan kerak, terutama jika Anda biasa mengisi bensin jenis premium.

Tangki bensin yang mengandung banyak kotoran dan air akan membuat bahan bakar mengalami penurunan kualitas sehingga ketika memasuki karburator atau komponen injeksi akan membuat proses pengabutan menjadi tersendat. Hal itu lah yang membuat motor menjadi tersendat-sendat atau ngadat. Dalam kasus yang paling parah, motor pun dapat mogok total dan sulit untuk dihidupkan kembali. Oleh karena itu lah, akan lebih baik jika tangki bensin rutin dikuras dan dibersihkan setidaknya setiap 3-4 bulan sekali, apalagi jika kerap terguyur air hujan langsung.

Lalu bagaimana caranya menguras tangki bensin dengan benar? Pertama, siapkan ember untuk menampung bensin. Lalu, lepaskan tangki dari rangka motor, hati-hati untuk motor tipe bebek karena lebih sulit melepaskan tangkinya daripada motor sport. Tahap selanjutnya, lepaskan keran bensin dan pelampung bensin menggunakan kunci pas. Biarkan bensin mengalir melalui kedua celah tersebut dan tampung bensin di dalam ember. Karena bensin tidak dapat keluar sepenuhnya, maka balikkan tangki sehingga bensin keluar dari lubang tangki di atas.

Tangki motor sport dapat dikuras dengan melepaskannya dari rangka. Namun, untuk jenis injeksi, sebaiknya konsultasikan dengan mekanik langganan atau bengkel resmi agar tidak terjadi kesalahan dalam memasang atau menyeting ulang.
Tangki motor sport dapat dikuras dengan melepaskannya dari rangka. Namun, untuk jenis injeksi, sebaiknya konsultasikan dengan mekanik langganan atau bengkel resmi agar tidak terjadi kesalahan dalam memasang atau menyeting ulang.

Cara membersihkan tangki bensin motor sport tahap selanjutnya yakni sumbat semua lubang tangki dengan plastik, lalu tuangkan bensin secukupnya, masukkan kelereng atau batu apung kecil, lalu goyangkan tangki beberapa kali hingga kerak yang mengendap di dasar tangki dapat terkelupas oleh gerakan kelereng. Keluarkan kembali bensin yang sudah bercampur dengan kotoran dan kerak. Agar lebih maksimal, tuangkan bensin bersih kembali ke dalam tangki, kocok-kocok, lalu keluarkan lagi hingga tidak ada kerak dan kotoran yang keluar.

Bersihkan pula keran bensin dengan sikat yang dilumuri bensin, lalu jemur bersama tangki bensin yang telah dibersihkan. Untuk menghindari terjadinya penumpukan kotoran dan kerak kembali, gunakan produk-produk carbon cleaner yang banyak dijual di bengkel atau toko otomotif. Carbon cleaner ini ada yang bentuknya cairan, ada pula yang berbentuk padat. Pilih lah merk yang telah direkomendasikan oleh banyak media otomotif karena sudah terjamin kualitasnya. Carbon cleaner ini berfungsi untuk menyerap kandungan timbal pada bensin dengan oktan rendah.

 

 

#BAGIKAN

Tips Membaca Kode dan Angka Pada Botol Oli Untuk Menentukan Jenis Oli yang Paling Cocok Bagi Motor Anda

Agar mesin motor tetap berfungsi maksimal dan performanya optimal, sebisa mungkin oli pelumas harus rutin diganti dan jangan sampai mesin mengalami kekeringan (kekurangan oli) karena hal itu dapat mempercepat ausnya komponen-komponen mesin seperti piston dan head silinder. Selain itu, perlu juga diperhatikan jenis-jenis oli pelumas berdasarkan tingkat kekentalannya maupun campuran kimianya agar sesuai dengan spesifikasi dan karakteristik motor. Namun, kadang hal itu tidak mudah karena banyak orang tidak memahami kode-kode dan angka-angka yang tertera di botol atau kemasan oli pelumas. Untuk itu, artikel berikut ini akan memberikan tips membaca kode dan angka pada botol oli untuk menentukan jenis oli yang paling cocok bagi motor anda.

Berbagai merk oli pelumas motor yang dapat dipilih sesuai dengan karakter motor.
Berbagai merk oli pelumas motor yang dapat dipilih sesuai dengan karakter motor.

Saat ini banyak beredar berbagai merk oli pelumas mesin di masyarakat dengan beragam merk dan menawarkan keunggunalan masing-masing. Apa kah merk tertentu lebih bagus daripada merk lainnya? Belum tentu, karena yang harus diperhatikan bukan lah merknya, namun angka dan kode yang tertera di botol oli. Kenapa? Karena dengan mengamati kode dan angka tersebut, kita pun tahu karakter oli pelumas mana yang sesuai dengan karakter mesin motor kita dan iklim di negara kita. Jangan hanya melihat pada brand besar tertentu tanpa mempertimbangkan tingkat kekentalan oli dan sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa kode dan angka pada botol oli yang dapat dibaca terlebih dahulu sebelum membeli oli pelumas:

  1. SAE (Society of Automotive Engineers)

Mungkin banyak orang yang menganggap bahwa SAE yang tertera di botol oli pelumas artinya adalah tingkat kekentalan oli. Walaupun tidak salah, namun SAE memiliki pengertian yang lebih dalam. SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers, sebuah lembaga yang didirikan oleh Henry Ford dan Andrew Riker untuk melakukan standarisasi di bidang otomotif, khususnya oli pelumas. SAE melakukan pengetesan terhadap semua jenis oli pelumas kendaraan dan membuat diferensiasi pelumas berdasarkan tingkat viskosivitas (kekentalannya) pada temperatur tinggi dan rendah.

Secara umum, kekentalan oli berdasarkan SAE-nya dapat dibagi menjadi tiga: encer, sedang, kental.
Secara umum, kekentalan oli berdasarkan SAE-nya dapat dibagi menjadi tiga: encer, sedang, kental.

Angka di belakang SAE menunjukkan tingkat kekentalan oli pelumas pada suhu tinggi maupun rendah. Beberapa kode SAE yang sering digunakan oleh oli pelumas yakni:

  • SAE 20W50 yang berarti oli mampu mengubah kekentalannya sesuai temperature, yakni 20W (winter) pada suhu dingin, dan pada temperatur tinggi kekentalannya akan berubah menjadi SAE 50. Oli jenis ini masih dapat mengalir (tidak membeku) walaupun temperatur drop hingga -20 oC, dan saat suhu naik mencapai 100o C oli jenis ini masih mampu mempertahankan kekentalannya.
  • SAE 15W40 yang artinya oli akan bersifat seperti SAE 15W di suhu rendah dan menjadi SAE 40 di suhu tinggi. Karakteristik oli ini adalah dapat tetap mengalir di suhu minus 25 oC, dan bertahan di level kekentalan 12,5 cSt-16,3 cSt pada suhu 100o
  • SAE 10W30 yang memiliki sifat bisa tetap mengalir di suhu -30 oC, namun di suhu tinggi kekentalannya hanya berkisar antara 9,3 cSt hingga 12,5 cSt.

Lalu apa hubungan antara kode dan angka SAE oli pelumas tersebut dengan karakteristik motor? Tentu saja angka SAE tersebut sangat berpengaruh karena angka tersebut menunjukkan karakteristik kinerja oli pada suhu tinggi dan rendah. Oli yang memiliki nilai W (winter) lebih rendah cocok digunakan oleh mesin motor yang dingin dan di daerah yang dingin pula. Sedangkan motor-motor bermesin panas, berkapasitas di atas 150 cc, cocok menggunakan oli mesin yang memiliki SAE tinggi, seperti SAE 20W50.

  1. API (American Petroleum Institute)

API adalah lembaga independen di Amerika Serikat yang memberikan standar kualitas oli pelumas. Standar kualitas itu menyangkut karakteristik oli sesuai bahan bakar yang dipakai oleh mesin, dan generasi terbaru teknologi yang digunakan pada oli. Untuk mesin berbahan bakar bensin, kodenya adalah “S” sedangkan mesin diesel yang berbahan bakar solar menggunakan kode “C”.

Perhatikan kode dan angka pada kemasan oli motor seperti SAE dan API, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dan karakter mesin motormu atau belum.
Perhatikan kode dan angka pada kemasan oli motor seperti SAE dan API, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dan karakter mesin motormu atau belum.

Huruf kedua yang mengikuti di belakang API menandakan kebaruan/ kualitas teknologi terbaru pada oli sesuai peruntukannya untuk mesin-mesin dengan teknologi lama atau baru. Semakin mendekati huruf Z, maka oli tersebut diperuntukkan bagi motor-motor baru, sedangkan semakin mendekati huruf A maka oli tersebut digunakan pada motor-motor keluaran lama.

Jadi, misalnya API SG berarti oli pelumas tersebut diperuntukkan bagi mesin berbahan bakar bensin untuk keluaran tahun 1990-an (G). Kendaraan-kendaraan keluaran di atas tahun 2010 telah menggunakan oli jenis API SN.

Beberapa kode API oli sesuai tahun produksi kendaraan contohnya:

– SF/SG/SH: kendaraan yang diproduksi dari tahun 1980 hingga 1996

– SJ: kendaraan yang diproduksi dari tahun 1996 hingga 2001

– SL: kendaraan yang diproduksi dari tahun 2001 hingga 2004

Nah, mulai sekarang jangan sampai salah membeli oli pelumas yang seharusnya untuk mesin diesel dan untuk keluaran lama justru anda pakai di motor anda yang baru keluar dari dealer. Jelas berbeda peruntukannya.

  1. JASO (Japanese Automobile Standard Organization)
JASO adalah singkatan dari Japanese Automobile Standard Organization yang membagi peruntukan oli pelumas untuk mesin 2 tak (FA< FB< FC) dan 4 tak (MA, MB).
JASO adalah singkatan dari Japanese Automobile Standard Organization yang membagi peruntukan oli pelumas untuk mesin 2 tak (FA< FB< FC) dan 4 tak (MA, MB).

JASO adalah lembaga standarisasi otomotif seperti API dan SAE. Khusus untuk sepeda motor, JASO membedakan antara mesin 2 tak dan 4 tak, yakni untuk mesin 2 tak JASO melabeli oli pelumas dengan kode JASO FA, JASO FB, dan JASO FC sedangkan untuk mesin 4 tak kodenya adalah JASO MA dan JASO MB.

Selain 3 lembaga standarisasi di atas, masih terdapat ISO (International Standards Organization) yang di Eropa namun secara garis besar memiliki standar yang hampir sama dengan JASO. Itu lah beberapa tips membaca kode dan angka pada botol oli untuk menentukan jenis oli yang paling cocok bagi motor anda. Semoga bermanfaat.

#BAGIKAN

Apakah Mengganti Angin Pada Ban Motor Dengan Gas Nitrogen Berpengaruh Pada Performa Motor?

Akhir-akhir ini, muncul trend di masyarakat untuk menggunakan gas nitrogen pada ban kendaraan mereka, namun apakah mengganti angin pada ban motor dengan gas nitrogen berpengaruh pada performa motor? Mari kita bahas lebih lanjut.

Pada umumnya, ban kendaraan kita diisi dengan angin yang terdiri dari campuran berbagai gas yang terdapat di udara secara bebas. Udara yang terdapat di sekitar kita mengandung 78% gas nitrogen, 21% oksigen, lalu sisanya terdiri dari karbon dioksida dan gas-gas lainnya seprti argon, neon, dan juga uap air. Karena mesin kompresor konvensional mengambil angin dari udara sekitar, maka angin yang masuk ke dalam ban juga terdiri dari berbagai jenis gas tersebut.

Gas-gas yang mengisi ban kendaraan tersebut tentu memiliki ukuran molekul, sifat, karakteristik, dan massa yang berberda-beda. Karena itu lah, suhu dan gesekan pada ban sangat mempengaruhi udara di dalam ban yang terdiri dari berbagai unsur gas tersebut.

Ban motor akan bekerja maksimal jika memiliki tekanan angin yang tepat sesuai dengan standar tekanan angin yang ditetapkan oleh pabrikan motor. Pada tekanan yang tepat, ban akan memiliki grip yang mantap di aspal, di samping juga laju motor menjadi lebih lancar karena gaya gesek pada ban menjadi minimal. Konsumsi bahan bakar pun juga lebih hemat jika tekanan ban tidak mengalami kekurangan.

Namun, masalah yang sering terjadi pada ban motor adalah ketika udara di dalam ban memuai karena temperatur yang tinggi sehingga tekanan ban melampaui batasnya. Ban menjadi terlalu keras dan beresiko mengalami letusan. Tentu hal ini sangat berbahaya. Di samping itu, molekul oksigen yang berukuran sangat kecil memiliki kelemahan, yakni mudah bocor melalui celah antara karet ban dan velg. Uap air yang terkandung dari angin di dalam ban pun juga mempercepat proses oksidasi di dalam ban sehingga beresiko mengurangi durabilitas karet ban dan velg.

Nitrogen memiliki ukuran molekul yang lebih besar daripada oksigen sehingga lebih sulit lepas ke udara bebas melalui celah/ pori pada ban.
Nitrogen memiliki ukuran molekul yang lebih besar daripada oksigen sehingga lebih sulit lepas ke udara bebas melalui celah/ pori pada ban.

Melihat berbagai kekurangan yang dimiliki oleh angin biasa untuk mengisi ban, maka orang-orang mulai melirik gas nitrogen murni sebagai pengisi ban kendaraan bermotor. Sebenarnya ide pengisian ban dengan nitrogen bukan lah barang baru karena hal ini sudah lama diaplikasikan di ajang balap dan pada ban pesawat terbang. Apa keunggulan nitrogen sehingga kini orang-orang mulai meliriknya?

Nitrogen memiliki massa yang lebih rendah dibandingkan gas-gas lainnya di udara. Hal itu tentu saja menguntungkan karena mengurangi beban motor. Ukuran molekul nitrogen pun lebih kecil daripada oksigen sehingga relatif mampu bertahan lebih lama di dalam ban daripada oksigen yang mudah terlepas melalui celah antara karet ban dan velg. Tak heran jika para pengendara motor yang telah mengganti angin bannya dengan nitrogen tidak perlu mengisi ulang hingga 5 bulan.

Satu lagi karakteristik nitrogen yang cukup menguntungkan, yakni stabil dalam temperatur yang rendah maupun tinggi. Nitrogen lebih sulit menyusut dan memuai seperti gas-gas lainnya sehingga tekanan ban lebih terjaga.

Itu lah beberapa keunggulan gas nitrogen dibandingkan angin biasa jika dipakai sebagai pengisi ban motor. Dengan kestabilan tekanan dan massa yang lebih ringan, ban berisi nitrogen turut berpengaruh pada peningkatan performa motor karena laju motor menjadi lebih lancar dan handling motor juga lebih mudah.

Booth isi gas nitrogen untuk ban motor dan mobil kini menjamur di berbagai SPBU.
Booth isi gas nitrogen untuk ban motor dan mobil kini menjamur di berbagai SPBU.

Namun harus diperhatikan pula bahwa seiring dengan trend yang berkembang, biasanya akan muncul beberapa oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba mengambil keuntungan semaksimal mungkin melalui cara-cara curang. Agar tidak tertipu, para pemilik motor sebaiknya memastikan dahulu bahwa agen gas nitrogen yang kini mulai marak benar-benar menggunakan gas nitrogen murni, bukan nitrogen oplosan atau bahkan angin biasa yang dikemas dengan kompresor yang seolah-olah khusus digunakan untuk mengisi nitrogen.

 

#BAGIKAN

Kampas Kopling Aus Penyebab Tarikan Motor Kurang Maksimal

Apakah anda merasa motor anda menjadi lemot, atau loyo dan tidak ada tenaganya? Coba cek kampas koplingnya karena kampas kopling aus penyebab tarikan motor kurang maksimal. Kampas kopling (clutch disc) berfungsi sebagai media yang menyalurkan tenaga mesin ke transmisi motor. Oleh karena itu lah, sia-sia saja jika spesifikasi motor sudah powerful namun ketika kampas koplingnya aus power dari mesin tidak dapat ditransfer dengan baik ke sistem transmisi dan roda penggerak sehingga tenaga motor pun terbuang percuma.

Kampas kopling yang masih berada dalam kondisi bagus akan memaksimalkan performa mesin motor.
Kampas kopling yang masih berada dalam kondisi bagus akan memaksimalkan performa mesin motor.

Selain menyebabkan tarikan motor menjadi kurang maksimal, kampas kopling yang telah aus membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena dengan putaran mesin yang tinggi namun motor tidak dapat melaju secara optimal. Laju motor yang tidak maksimal tersebut membuat kinerja motor menjadi tidak efisien karena putaran mesin yang tinggi, jumlah pasokan bahan bakar yang besar, dan power yang dihasilkan tidak sebanding dengan putaran roda yang lemah.

Kopling bekerja dalam mekanisme transfer gaya putar/ torsi, yakni memindahkan putaran mesin ke transmisi persneling. Skemanya, jika kopling ditekan, maka tidak akan ada gaya putar yang dipindahkan dari mesin ke transmisi persneling. Saat kopling dilepas, maka torsi gaya putar pada mesin pun berpindah ke sistem transmisi persneleng yang selanjutnya ditransfer ke roda penggerak melalui media gear set dan rantai.

Kampas kopling yang telah aus/ habis harus segera diganti untuk mengembalikan performa mesin motor dan menghindari kerusakan lebih parah.
Kampas kopling yang telah aus/ habis harus segera diganti untuk mengembalikan performa mesin motor dan menghindari kerusakan lebih parah.

Untuk usia pemakaian, kampas kopling dapat bertahan sekitar 20.000-30.000 km, bisa lebih dan bisa kurang, tergantung dari perawatan dan pemakaian. Bahkan, pada beberapa kasus kampas kopling dapat awet hingga 40.000 km karena si empunya motor paham bagaimana caranya memakai motor dengan benar agar kampas koplingnya tetap awet. Jika rata-rata usia pemakaian motor selama setahun adalah 10.000 km, maka bukan mustahil jika dalam kondisi normal, pemakaian yang wajar, dan perawatan yang rutin kampas kopling dapat bertahan hingga 4 tahun.

Meskipun tergolong memiliki usia pakai yang panjang, kampas kopling harus segera diganti jika telah menunjukkan gejala-gejala keausan. Tanpa disadari, kampas kopling yang aus akan memperberat beban kerja mesin, dan jika dibiarkan terus menerus akan beresiko terjadi kerusakan atau keausan yang lebih luas lagi, seperti pada tutup, rumah, karet, hingga per koplingnya. Tentu hal tersebut akan menambah daftar anggaran perbaikan anda bukan?

Dengan peran kampas kopling yang demikian pentingnya untuk mentransfer power putaran mesin ke transmisi persneling dan akhirnya menggerakkan roda, wajar jika kampas kopling yang telah habis atau aus akan sangat mempengaruhi penurunan performa motor. Tarikan pun menjadi kurang maksimal sehingga akeselerasi motor berkurang drastis. Imbasnya, motor pun membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai top speed.

Selain kampas kopling, pastikan juga sektor rumah dan plat kopling terjaga kondisinya.
Selain kampas kopling, pastikan juga sektor rumah dan plat kopling terjaga kondisinya.

Selain akselerasi yang turun drastis dan waktu yang lebih lama untuk mencapai top speed, kampas kopling yang telah aus juga dapat dikenali dari raungan mesin motor yang tinggi namun tenaga tidak ada alias “loyo.” Jarum rpm dan knalpot berteriak-teriak, tetapi motor tidak segera melesat atau “lemot”. Gejala lainnya adalah selip kopling, meskipun selip pada bagian kopling dapat disebabkan oleh pemilihan jenis oli yang tidak sesuai dengan karakter mesin motor.

Untuk mencegah kampas kopling cepat aus, lebih baik lakukan perawatan rutin seperti service berkala, ganti oli rutin, dan hindari gaya berkendara yang dapat memperpendek usia pakai kampas kopling seperti suka menggantung kopling, menarik tuas kopling ketika berhenti di lampu merah, dan melakukan perpindahan gigi persneleng secara kasar. Terakhir, jika tarikan motor tetap tidak maksimal meskipun perawatan rutin dan ganti oli berkala sudah dilakukan, segera cek kondisi kampas kopling. Jangan tunggu hingga aus atau gosong.

 

#BAGIKAN

Tips-Tips Sederhana Untuk Membuat Motor Kamu Lebih Irit Konsumsi Bahan Bakarnya

Harga BBM kini mulai kembali naik setelah sebelumnya sempat turun. Karena harga minyak dunia yang tidak stabil, kemungkinan harga BBM pun akan kembali mengalami kenaikan di masa mendatang. Untuk itu, kali ini kita akan membahas tips-tips sederhana untuk membuat motor kamu lebih irit konsumsi bahan bakarnya. Dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, pemborosan dapat dihindari, baik pemborosan energi dan uang.

Berikut ini tips-tips sederhana yang dapat kamu terapkan untuk membut motormu menjadi lebih irit dalam hal konsumsi bahan bakar:

  1. Menjaga tekanan ban. Walaupun terdengar sepele, namun tekanan ban sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena motor yang tekanan bannya terjaga dapat melaju dengan lancar tanpa hambatan, sehingga tidak memerlukan energi yang besar untuk berakselerasi atau mencapai top speed, berbeda dengan ban yang
    Periksalah tekanan ban motor secara rutin untuk memastikan bahwa ban tidak mengalami penurunan tekanan maupun kelebihan tekanan.
    Periksalah tekanan ban secara rutin untuk memastikan bahwa tekanan ban telah pas.

    tekanannya kurang menyebabkan laju motor menjadi lebih berat sehingga memaksa bukaan gas lebih besar. Hal ini berarti konsumsi bahan bakar lebih boros. Untuk menjaga tekanan ban, rutin lah mengecek tekanan angin pada ban, atau lebih amannya dapat mengganti angin dengan gas nitrogen yang dikenal mampu mempertahankan tekanan ban lebih lama.

  2. Memakai ban ukuran standar. Banyak orang mengganti ukuran ban motornya denganban tapak lebar dengan tujuan agar motornya terlihat lebih garang. Namun, yang harus diperhatikan adalah dengan penggantian ban itu otomatis kerja mesin menjadi lebih berat karena selain berat dari ban dan velgnya, juga bidang kontak antara ban dan aspal menjadi bertambah lebar sehingga hambatan pun semakin besar. Parahnya lagi, jika penggantian ukuran ban itu tidak disertai dengan penggantian ukuran gear set yang lebih besar tentu mesin semakin bekerja keras sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih besar. Untuk lebih amannya, gunakan ban dengan ukuran standar, dan maksimal dua ukuran di atas ban standar. Ban ukuran kecil dapat mengurangi beban mesin, tapi resikonya faktor safety menjadi berkurang.
  3. Rutin membersihkan karburator. Karburator merupakan peranti terpenting dalam performa motor karena pada bagian ini lah terjadi proses pengabutan antara bahan bakar dan udara sebelum dialirkan ke ruang bakar. Jika karburator kotor atau kemasukan air, maka pembakaran menjadi tidak maksimal sehingga tenaga yang dihasilkan motor tidak sesuai dengan jumlah bahan bakar yang telah dibakar. Untuk motor tipe injeksi, karena komponen injeksi lebih rumit daripada karburator, sebaiknya perawatan rutin dilakukan di bengkel resmi atau bengkel yang mampu menangani mesin injeksi karena settingan peranti injeksi sudah terkomputerisasi.
  4. Periksa dan pastikan box filter tetap bersih. Box filter harus dijaga kebersihannya karena ini lah pintu masuk dari udara yang hendak menuju karburator. Jika filter kotor, tentunya beresiko pada karburatornya. Filter yang terbuat dari busa dapat dicopot dan dibersihkan manual, namun jika filter bertipe viscous element maka harus diganti karena tidak bisa dibersihkan secara manual.
  5. Pastikan pengapian motor bekerja dengan baik. Pengapian yang baik akan membuat pembakaran menjadi optimal sehingga tidak ada bahan bakar yang terbuang percuma sehingga konsumsi bahan bakar pun menjadi
    Diagram kelistrikan sepeda motor.
    Diagram kelistrikan sepeda motor yang mempengaruhi sistem pengapian motor.

    lebih irit. Komponen pengapian yang paling vital adalah busi karena busi lah yang bertugas untuk melentikkan api di ruang bakar. Ketika api yang dihasilkan kurang maksimal, maka pembakaran pun menjadi tidak sempurna dan bahan bakar akan terbuang percuma.

  6. Ganti oli secara rutin. Penggantian oli secara rutin dan terjadwal akan membuat putaran mesin dan gerakan piston di dalam blok silinder menjadi lancar sehingga mesin pun bekerja lebih efisien. Selain itu, oli yang terjaga volume dan kualitasnya akan mengurangi resiko terjadinya overheat di dalam mesin.
  7. Hindari pemakaian aksesoris motor yang tidak perlu. Jangan membebani motor dengan berbagai aksesoris yang kurang penting dan tidak perlu karena justru akan memperberat motor dan memaksa mesin bekerja lebih keras untuk membuat motor melaju sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih besar karena dibutuhkan tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan motor yang lebih berat.
  8. Pastikan sektor mesin dan silinder masih prima. Khusus untuk motor-motor lama, seiring dengan bertambahnya usia pemakaian, tentu komponen-komponen di dalam mesin akan mengalami aus sehingga
    Pastikan pasokan oli pelumas mesin selalu terpenuhi, jangan sampai dinding silinder baret-baret seperti ini.
    Pastikan pasokan oli pelumas mesin selalu terpenuhi, jangan sampai dinding silinder baret-baret seperti ini.

    tidak mampu bekerja seoptimal kondisinya waktu masih baru. Untuk itu, perlu dicek kondisi di dalam mesin, khususnya bagian head silinder di mana terdapat liner, piston, dan klep yang mempengaruhi kompresi mesin dan kesempurnaan pembakaran bahan bakar.

  9. Adopsi alat penghemat bahan bakar. Saat ini telah banyak produk-produk alat penghemat bahan bakar yang dapat diaplikasikan di motor. Cara kerja alat ini adalah meningkatkan oktan bensin sehingga kualitas bahan bakar menjadi lebih sempurna dan pembakaran pun menjadi lebih efisien. Dengan alat semacam ini, dapat menghemat bahan bakar sekitar 5-10 persen.
  10. Jangan membiasakan gaya berkendara ekstrim. Maksud dari gaya berkendara ekstrim adalah dengan kebiasaan stop and go, yakni membetot gas dalam-dalam secara mendadak dan mengerem dalam-dalam secara mendadak pula. Hal ini akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin memerlukan pasokan bahan bakar yang banyak saat motor melakukan akselerasi ekstrim.
#BAGIKAN

Berikut Ini Ciri-ciri Yang Bisa Kamu Rasakan Apabila Motor Kamu Mengalami Masalah Pada Sistem Kelistrikanya

Sistem kelistrikan pada motor sangat signifikan perannya, karena tidak hanya mempengaruhi nyala lampu, speedometer, dan klakson, sistem kelistrikan juga menentukan sistem pengapian motor. Banyak orang yang tak menyadari masalah yang terjadi pada sistem kelistrikan motornya, karena mungkin tidak paham atau menganggap remeh masalah kelistrikan motor.

Diagram kelistrikan sepeda motor.
Diagram kelistrikan sepeda motor.

Untuk itu, kenali lah gejala masalah yang terjadi pada sistem kelistrikan motor. Berikut ini ciri-ciri yang bisa kamu rasakan apabila motor kamu mengalami masalah pada sistem kelistrikannya:

  1. Laju motor tersendat-sendat. Gejala laju motor tersendat-sendat atau yang biasa disebut ndut-ndutan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor penyebab di sektor kelistrikan dan pengapian sepeda motor. Jika merasakan gejala seperti ini, sebaiknya periksa busi motor apakah masih bagus atau tidak. Kemungkinan lainnya yaitu CDI mengalami masalah atau bisa juga pada bagian pulser (spool/ sepul) telah mengalami aus.
  2. Bohlam lampu mudah putus. Sering pula terjadi bohlam lampu mudah putus walaupun beberapa kali diganti dengan bohlam lampu yang baru. Ini terjadi karena kiprok mengalami masalah sehingga kelebihan arus listrik tidak dapat disalurkan oleh kiprok dengan baik ke accu, justru langsung menuju bohlam lampu.
  3. Starter elektrik dan klakson tidak menyala. Kendala seperti starter elektrik dan klakson yang tidak menyala biasanya disepelekan oleh para pemilik motor karena hal itu dirasa bukan masalah yang besar pada motor. Padahal, dengan matinya starter elektrik dan klakson dapat menjadi pertanda ada yang salah dengan sistem kelistrikan motor. Ada dua yang dapat menjadi penyebabnya: kabel yang bermasalah, atau accu mengalami tekor. Accu yang tekor pun juga mengindikasikan dua kemungkinan: usia pakai yang telah mencapai batas, atau kiprok rusak.
  4. Mesin mati ketika temperatur dan putaran mesin meningkat. Gejala seperti ini dapat menandakan terjadinya masalah pada koil yang bertugas untuk melipatgandakan tegangan dari sepul atau accu yang akan menuju busi. Ketika koil telah lemah, maka busi pun tidak akan mampu menghasilkan lentikan api yang jauh. Lentikan api busi yang berwarna merah menandakan lemahnya koil tersebut, sedangkan api yang berwarna putih seperti petir menandakan koil masih berfungsi dengan baik.
CDI, salah satu komponen paling penting dalam kelistrikan sepeda motor.
CDI, salah satu komponen paling penting dalam kelistrikan sepeda motor.

Itu lah beberapa ciri yang dapat kamu kenali pada motor ketika motor mengalami masalah pada sistem kelistrikannya. Untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih besar pada sistem kelistrikan, seperti motor mogok karena sepul pada magnet terbakar, atau pengapian mati total karena kerusakan yang telah parah pada CDI, sebaiknya lakukan perawatan rutin dan service berkala yang tepat di bengkel-bengkel langgananmu. Jika dirasa tidak memiliki peralatan memadai untuk mengecek kondisi kelistrikan, sebaiknya bawa motor ke bengkel yang dapat menangani kelistrikan dan memiliki peralatan yang lengkap seperti multitester dan avometer.

#BAGIKAN

Kapankah Saat Yang Tepat Untuk Mengganti Rantai dan Gear Motor Kamu? Di Sini Jawabanya Gan !

Jika kamu penasaran dengan pertanyaan seperti kapan kah saat yang tepat untuk mengganti rantai dan gear motor kamu? Di sini jawabannya gan! Ya benar, kali ini kita akan membicarakan seputar gear set motor karena komponen ini merupakan salah satu yang paling penting dari sepeda motor karena fungsinya sebagai media untuk mendistribusikan putaran mesin ke putaran roda belakang. Tanpa rantai dan gear, motor tidak akan dapat berjalan seberapa hebat pun spesifikasi mesinnya. Benar tidak?

Rantai yang kurang terawat seperti ini akan memperpendek usia pakai rantai.
Rantai yang kurang terawat seperti ini akan memperpendek usia pakai rantai.

Kenali lah gejala keausan yang terjadi pada rantai dan gear set motor kamu, karena jika gejala itu tidak kamu ketahui, suatu saat rantai dapat mengalami putus tiba-tiba di jalanan. Jika hal itu terjadi di dalam kota, pada siang hari, dan dekat dengan bengkel, tentu bukan masalah yang besar. Tapi, bagaimana jika itu terjadi saat kamu melakukan perjalanan di pinggiran desa, jauh dari bengkel, pada tengah malam pula? Sangat merepotkan bukan?

Untuk itu, lebih baik pastikan kondisi gear set dan rantai motormu selalu dalam kondisi yang optimal sebelum melakukan perjalanan jauh. Jangan menunggu hingga kondisinya sudah parah baru diganti karena rantai dan gear seat yang tidak optimal juga memperberat kerja putaran mesin sehingga mempengaruhi durabilitas komponen-komponen di dalam mesin pula.

Jika rantai dan gear set pada motor kamu telah menunjukkan indikasi mengalami keausan, maka itu lah saat yang tepat untuk melakukan penggantian agar performa motormu kembali optimal. Lalu, apa saja cirri-ciri rantai dan gear set yang telah aus dan perlu segera untuk diganti? Berikut ini adalah tanda-tanda yang sering muncul pada rantai dan gear set yang sudah “minta” untuk diganti:

  1. Timbul suara berisik pada rantai ketika motor berjalan pelan. Ini terjadi karena rantai kendor sehingga saat berjalan pelan, rantai bergesekan dengan komponen motor lainnya, seperti arm atau logam lainnya, namun suara berisik itu hilang ketika motor dipacu kencang karena rantai juga ikut mengencang.
  2. Rantai susah disetel (sudah mentok). Jika rantai sudah sulit untuk disetel kekencangannya, yaitu ketika dikencangkan ternyata menjadi terlalu kencang di satu bagian, dan ketika dikendorkan menjadi terlalu kendor di satu bagian rantai, itu menandakan beberapa bagian rantai sudah mengalami aus sehingga sulit untuk disetel.

    Rantai yang kendor jika dibiarkan akan mempercepat keausan rantai dan gear.
    Rantai yang kendor jika dibiarkan akan mempercepat keausan rantai dan gear.
  3. Ketegangan rantai tidak stabil. Dapat dilihat dengan cara memutar roda belakang ketika motor diposisikan di atas standar tengah. Rantai yang mulai aus akan terlihat sesekali menegang dan mengendor sendiri ketika roda belakang diputar.
  4. Tarikan motor berat. Tarikan yang berat belum tentu karena masalah pada bagian dalam mesin, namun juga bisa datang dari kondisi rantai dan gear set yang telah aus. Rantai yang aus menyebabkan terjadinya perbedaan selisih waktu antara putaran gear depan dan gear belakang sehingga putaran roda belakang pun menjadi telat. Akibatnya, akselerasi motor menurun dan motor juga sulit mencapai top speed.
  5. Pada motor dengan kopling manual, akan lebih terasa kondisi rantai yang telah aus ketika kopling tangan dilepas rantai terasa loncat-loncat karena dimensi gear seat dan rantai sudah mengalami perubahan dan tidak sesuai lagi.

    Pastikan tingkat ketegangan rantai selalu berada pada level yang tepat, tidak terlalu tegang dan tidak terlalu kendor.
    Pastikan tingkat ketegangan rantai selalu berada pada level yang tepat, tidak terlalu tegang dan tidak terlalu kendor.

Itu lah beberapa hal yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui kapan kah saat yang tepat untuk mengganti rantai dan gear set pada motormu. Sebaiknya mengganti rantai dan gear set bersama-sama agar tidak terjadi “saling gigit” antara rantai dan gear yang dapat memperpendek usia pemakaiannya. Selain itu, pilih lah merk rantai yang sama dengan merk gear. Lumasi rantai dan gear secara rutin dengan minyak pelumas rantai (chain lube), bukan dengan oli bekas yang mengandung serpihan logam.

#BAGIKAN
Copyright © 2026 Kursus Korter